AYOJAKARTA.COM - Setelah digunakan selama satu bulan penuh, tech reviewer David GadgetIn akhirnya membongkar kelebihan dan kekurangan Samsung Galaxy S26 Ultra.
Hasilnya? Sebuah flagship yang mengesankan, tapi juga menyisakan beberapa catatan penting.
Dalam pengalamannya, David mengaku punya perasaan campur aduk. “Selama 1 bulan itu, feeling saya sama S26 Ultra ini ada momen di mana saya salut banget ada juga momen yang bikin saya gregetan,” ujar David GadgetIn di chanel Youtube-nya.
Salah satu fitur paling mencuri perhatian adalah teknologi privacy display. Fitur ini membuat layar tampak gelap saat dilihat dari sudut tertentu, sehingga menjaga privasi pengguna di tempat umum.
“Ini fitur mindblowing kalau liatnya nggak lurus, isi layar bakal samar,” kata David.
Menariknya, fitur ini bisa diaktifkan manual atau otomatis pada aplikasi tertentu seperti chat dan mobile banking.
Namun, teknologi ini bukan tanpa kompromi. David menyoroti bahwa kualitas layar secara keseluruhan sedikit menurun dibanding generasi sebelumnya.
Viewing angle tidak sebaik pendahulunya, dan tingkat kecerahan juga sedikit berkurang.
Dari sisi performa, Galaxy S26 Ultra ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang memberikan performa sangat kencang.
Aktivitas berat seperti gaming berjalan mulus dengan suhu stabil di kisaran 42–44 derajat Celsius. “Mesin HP flagship zaman sekarang mah udah terlalu OP,” ungkap David.
Di sektor kamera, Samsung masih mengandalkan konfigurasi yang mirip generasi sebelumnya, dengan peningkatan di aperture untuk hasil low light yang lebih baik.
Meski begitu, David menilai inovasinya terasa kurang agresif dibanding kompetitor.
“Kamera S26 Ultra sangat bisa diandalkan, tapi jauh dari kata terbagus,” jelasnya.
Untuk baterai, kapasitas 5000 mAh masih tergolong standar di kelas flagship saat ini.
Pengisian daya 60W memang lebih cepat, tetapi peningkatannya tidak signifikan dibanding 45W. “Setengah jam, cuma beda sekitar 10 persen,” tambahnya.
Satu hal yang tetap menjadi daya tarik adalah keberadaan S-Pen, meski kini tanpa fitur Bluetooth.
Selain itu, ekosistem aksesori Samsung yang luas juga menjadi nilai tambah. Di akhir review, David GadgetIn tetap merekomendasikan perangkat ini.
“Kalau ditanya S26 Ultra rekomen nggak? Gas, fix aja. Tapi jangan kejebak harga awal,” tegasnya.
Kesimpulannya, Samsung Galaxy S26 Ultra tetap menjadi flagship solid dengan fitur unik seperti privacy display, performa kencang, dan pengalaman premium.
Namun, bagi sebagian pengguna, peningkatan yang terasa “aman” mungkin jadi pertimbangan sebelum membeli.***

Share this article
David GadgetIn menilai Samsung Galaxy S26 Ultra mengesankan tapi minim inovasi. Kelebihannya ada pada fitur privacy display & performa kencang. Namun, kualitas layar & kamera agak tertinggal.