AYOJAKARTA.COM - Danantara Indonesia telah resmi memulai pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ( PSEL ) pertamanya di Desa Pedungan, Denpasar Selatan, Bali.
Peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek ini dilakukan pada 8 Juli 2026.
Dimulainya proyek tersebut menjadi langkah awal perusahaan dalam mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus menghasilkan energi terbarukan dari limbah perkotaan.
Groundbreaking proyek PSEL di Bali menandai komitmen Danantara untuk berkontribusi dalam percepatan pembangunan infrastruktur pengolahan sampah modern di Indonesia.

Teknologi yang digunakan diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA) sekaligus mengubahnya menjadi sumber energi yang bernilai ekonomis.
Setelah di Bali, rupanya Denantara kini membidik DKI Jakarta sebagai fokus akselerasi program pemanfaatan limbah domestik tersebut.
Rencana ini terungkap setelah Denantara melakukan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Senin (13/7).
Dalam pertemuan yang dipimpin langsung oleh CEO Denantara, Rosan Roeslani mereka membahas terkait percepatan implementasi PSEL.

Pembahasan mencakup soal kesiapan lahan, penyusunan skema kemitraan, penguatan koordinasi kelembagaan, hingga penyelesaian aspek komersial.
Hal ini dilakukan agar proyek lingkungan ini dapat segera direalisasikan di atas tanah ibu kota.
Fasilitas PSEL ini, rencnanya akan fokus dibangun di dua kawasan yaitu Tanjungan dan TPST Bantargebang.
Bukan hanya menjadi solusi konkret dalam mereduksi volume sampah yang kian menumpuk, fasilitas PSEL ini juga dapat mengusung misi multifungsi.
Teknologi yang diterapkan nantinya akan mengubah tumpukan sampah menjadi pasokan energi listrik yang bersih dan terbarukan.
Share this article
Setelah di Bali, rupanya Denantara kini membidik DKI Jakarta sebagai fokus akselerasi program pemanfaatan limbah domestik tersebut.