AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mematangkan rencana penerapan skema tarif transportasi publik yang terintegrasi.
Tarif integrasi ini nantinya akan berlaku untuk seluruh moda transportasi umum di DKI Jakarta.
Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat yang menggunakan lebih dari satu moda transportasi dalam satu perjalanan sekaligus mendorong semakin banyak warga beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pihaknya kini tengah membahas dua skema sistem tiket.

"Kemarin kebetulan kita rapat ada dua ticketing. Satu yang per segmen, per rute. Satu yang terintegrasi. Nah, yang terintegrasi pasti ada," ujar Pramono.
Di sisi lain, kata Pramono, Dinas Perhubungan DKI Jakarta kini juga menyusun mekanisme penerapan tarif terintegrasi.
Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa menikmati sistem pembayaran yang lebih praktis saat menggunakan berbagai moda transportasi umum.

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarmoda transportasi dan kawasan aglomerasi.
Sehingga nantinya akan semakin banyak masyarakat yang beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.***
Share this article
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pihaknya kini tengah membahas dua skema sistem tiket, apa saja?