AYOJAKARTA.COM -- Meski hadir dengan berbagai keunggulan, Poco X7 Pro memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan oleh calon pengguna, terutama pada aspek desain fisiknya.
Penggunaan bahan polikarbonat dan frame plastik, meskipun membuat bobot lebih ringan, memberikan kesan kurang premium dibandingkan kompetitor yang menggunakan material kaca atau aluminium.
Finishing glossy yang diterapkan sangat mudah menampakkan bekas sidik jari dan goresan, membutuhkan perawatan ekstra untuk menjaga tampilan tetap bersih.
Baca Juga: Pengalaman Gaming Tanpa Batas dengan Poco X7 Pro yang Hadir di Indonesia dengan Harga Menggoda
Ketiadaan port jack audio 3,5mm menjadi kendala bagi pengguna yang masih mengandalkan earphone kabel, terutama untuk gaming yang membutuhkan latency rendah.
Desain modul kamera yang menonjol juga membuat smartphone tidak dapat berbaring datar saat diletakkan di permukaan meja.
Dari sisi performa, meskipun chipset MediaTek Dimensity 8400 Ultra menawarkan kinerja yang impresif.
Terdapat beberapa keterbatasan yang mungkin mengganggu pengalaman pengguna hardcore gamer.
Baca Juga: HP Perusak Pasar! Poco X7 Guncang Segmen Mid-range dengan Performa Kencang Harga Pincang
Pada pengaturan grafis tertinggi di game-game berat seperti Genshin Impact, masih ditemui stuttering dan frame drop sesekali, memaksa pengguna untuk menurunkan setting grafis demi gameplay yang lebih mulus.
Sistem pendingin Liquid Cool Technology 4.0 Plus, meski diklaim lebih efisien, masih membuat bagian belakang smartphone terasa cukup hangat setelah sesi gaming berkepanjangan.
Performa AI yang dijanjikan 50% lebih baik dari generasi sebelumnya terkadang masih menunjukkan keterbatasan dalam memproses tugas-tugas kompleks.
Seperti pengenalan objek dalam kondisi pencahayaan yang kurang ideal atau pemrosesan bahasa natural yang lebih rumit.
Baca Juga: Alasan Poco X7 Pro Unggul di Segmen Mid-Range, Punya Desain Performa Mantap dengan Harga Ekonomis
Sektor kamera Poco X7 Pro mengalami penurunan spesifikasi dibandingkan pendahulunya, dengan hanya mengandalkan setup dual kamera 50MP utama dan 8MP ultrawide.
Kualitas foto dalam kondisi cahaya rendah masih menunjukkan noise yang cukup kentara, sementara mode malam membutuhkan waktu pemrosesan yang relatif lama.
Fitur-fitur AI kamera seperti AI Erase pro dan AI expansion terkadang menghasilkan output yang kurang natural, terutama pada detail-detail kompleks seperti rambut atau tekstur.
Sistem operasi HyperOS 2.0, meski membawa pembaruan fitur, masih memiliki beberapa bug minor yang mempengaruhi pengalaman pengguna, seperti notifikasi yang terkadang terlambat atau animasi yang sesekali tersendat.
Keterbatasan kapasitas penyimpanan internal yang tidak dapat diperluas melalui kartu microSD juga bisa menjadi masalah bagi pengguna yang membutuhkan ruang penyimpanan lebih besar.***

Share this article
Meski hadir dengan berbagai keunggulan, Poco X7 Pro memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan oleh calon pengguna.