AYOJAKARTA.COM - Indonesia mencatat tonggak sejarah penting dalam sektor teknologi dengan dimulainya pembangunan pabrik manufaktur AirTag Apple di Batam.
Proyek bernilai 1 miliar dolar Amerika Serikat (setara Rp 16 triliun) ini dirancang untuk menjadi pusat produksi perangkat pelacak pintar Apple dengan target ambisius untuk memenuhi hingga 65% kebutuhan pasar global.
Menteri investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menegaskan investasi senilai 1 miliar dolar AS ini akan membuka lapangan kerja bagi sekitar 2.000 tenaga kerja lokal.
Target penyelesaian pabrik pada awal 2026 ini juga membuka peluang pengembangan investasi hingga 100 miliar dolar AS dalam beberapa tahun ke depan."
Baca Juga: Februari Resmi Masuk Indonesia! Segini Update Harga iPhone 16 Series per Januari 2025
Meskipun kehadiran pabrik AirTag merupakan pencapaian signifikan, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menarik produksi iPhone 16 ke pasar domestik.
Dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Sabtu (1/2/2025) Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan kendala utamanya.
"Apple saat ini belum memenuhi persyaratan TKDN yang menjadi syarat fundamental untuk masuknya perangkat komunikasi elektronik ke Indonesia," ujarnya.
Meski mereka telah mengajukan skema inovasi untuk memenuhi sertifikasi TKDN, angka yang ditawarkan masih jauh dari prinsip keadilan.
Terutama jika dibandingkan dengan investasi dan dampak ekonomi Apple di negara lain.
Terlepas dari kendala terkait iPhone, pembangunan pabrik AirTag di batam dipandang sebagai langkah strategis yang sangat signifikan untuk masa depan industri teknologi Indonesia.
Rosan Roeslani memberikan pandangan optimisnya, "Investasi ini bukan sekadar dampak ekonomi jangka pendek.
Ini adalah awal dari kolaborasi jangka panjang dengan Apple yang akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Pembangunan pabrik ini akan berperan penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia di sektor teknologi manufaktur, dan kami yakin hal ini akan menjadi katalis untuk menarik investasi teknologi tinggi lainnya ke Indonesia."
Pernyataan ini menegaskan bahwa kehadiran pabrik Apple di Batam bukan hanya tentang produksi AirTag, tetapi juga tentang positioning strategis Indonesia dalam industri teknologi global.***

Share this article
Proyek ini dirancang untuk menjadi pusat produksi perangkat pelacak pintar Apple dengan target ambisius.