AYOJAKARTA.COM - Kamu mungkin terbiasa dengan istilah pengalihan isu atau pengalihan topik pembicaraan.
Ternyata, itu termasuk dalam kecacatan berpikir atau logical fallacy yang dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja lantaran kelemahan seseorang dalam berpikir.
Dilansir dari StudySmarter.co.uk, ketika kamu berpikir akan menyelesaikan sesuatu, seseorang datang dan mengubah topik pembicaraan.
Baca Juga: Ungkap Rahasia Terkuatmu Dari Caramu Menata Telur
Ini adalah kecacatan berpikir red herring, kekeliruan retoris (atau kekeliruan logika) yang digunakan oleh para pendebat untuk mengalihkan perhatianmu dari permasalahan yang ada.
Kecacatan berpikir digunakan seperti alasan logis, namun sebenarnya cacat dan tidak logis.
Kecacatan berpikir red herring secara khusus merupakan kekeliruan logika informal, yang berarti kekeliruannya tidak terletak pada struktur logika, melainkan pada hal lain dalam argumennya.
Red herring adalah ide tidak relevan yang digunakan untuk mengalihkan argumen dari penyelesaiannya.
Meskipun gagasan yang tidak relevan, gagasan tersebut tidaklah acak. Mereka sering kali memiliki kesamaan dengan topik yang sedang dibahas, sehingga menambah penipuan.
Berikut adalah contoh sederhana bagaimana seseorang dapat menggunakan tipu muslihat untuk menggagalkan suatu argumen.
A: Saat ini UKT sangat tinggi dan tidak terjangkau, kita menuntut pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menurunkan UKT.
B: Bukannya ada beasiswa? Anak saya kuliah dari semester 1 sampai wisuda gratis kok.
B menggunakan kecacatan berpikir red herring dengan mengalihkan topik UKT mahal dan kebijakan pemerintah untuk mengatasinya dengan isu beasiswa.
Meski tidak ada yang salah dengan pernyataan B, tapi itu tidak relevan dengan isu kenaikan UKT dan tuntutan agar pemerintah menurunkannya.
Baca Juga: Di Balik Kepercayaan Dirinya, Pemilik Golongan Darah Ini Dikenal Sombong Loh!
Contoh kedua yang sering ditemui di percakapan online:
A: Saat ini order ojek online sedang turun, sebagian besar pengemudi ojek online tidak bisa mencukupi kebutuhan dasar hidupnya sehari-hari.
B: Jangan mengeluh, rezeki sudah ada yang mengatur.
Apa yang dikatakan B, secara logika formal tidak ada yang salah. Tapi ini menunjukkan kelemahan berpikir B.
Yang menjadi topik adalah turunnya order ojek online, dan B mengalihkannya pada pembahasan lain, yakni soal rezeki.
Jika B melakukan kecacatan berpikir red herring ini secara sengaja, maka dia adalah seorang yang licik dan manipulatif.
Namun, jika B menggunakannya secara tidak sengaja (dia tidak memiliki tujuan untuk meredam gejolak di masyarakat), maka dia termasuk orang yang lemah dalam berpikir.
Baca Juga: CPNS dan PPPK 2024: 5 Kabupaten Kota Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur yang Sudah Umumkan Formasi!
Orang yang lemah dalam berpikir sebaiknya ucapannya diabaikan karena hanya akan menguras energi untuk melayaninya.
Share this article
Kecacatan berpikir red herring secara khusus merupakan kekeliruan logika informal, yang berarti kekeliruannya tidak terletak pada struktur.