AYOJAKARTA.COM - Memvalidasi perasaan anak-anak penting untuk perkembangan yang sehat, namun konteks dan waktu adalah kuncinya.
Dilansir dari Psychology Today, mendalami perasaan ketika anak-anak mengalami disregulasi sering kali menghasilkan eskalasi, bukan penyelesaian yang tenang.
Anak-anak membutuhkan orang tua untuk menjadi "batu karang" mereka di saat-saat sulit, dengan penuh kasih memberikan batasan untuk membantu mereka mengatasinya.
Mendengarkan dan memvalidasi perasaan sangat penting untuk kesehatan mental anak-anak dan hubungan orang tua-anak yang sehat.
Namun validasi perasaan ini sangat bergantung pada konteks dan waktu. Validasi tidak akan berguna jika:
itu mengganggu—anakmu menginginkan ruang.
hal ini sangat melelahkan karena anakmu mengalami disregulasi dan kemungkinan besar tidak dapat memproses masukan apa pun.
ada tugas atau kegiatan penting yang perlu dilakukan.
Baca Juga: Fakta Menarik Tentang Sifat Golongan Darah A, Salah Satunya Perhatian pada Pasangan
itu mengulur waktu tidur dan anakmu kelelahan keesokan harinya.
kamu harus tiba di tempat kerja tepat waktu dan anakmu harus berangkat ke sekolah tepat waktu. (Perhatikan bahwa terlambat ke sekolah sering kali menimbulkan disregulasi bagi anak-anak yang sangat sensitif—hal ini membuat mereka tidak bersemangat sepanjang hari.)
Yang dibutuhkan oleh anak-anak di tengah masa-masa sulit adalah satu pernyataan validasi dan kemudian bantuan untuk move on atau beradaptasi:
Mencoba memproses perasaan ketika mereka berada dalam kondisi yang tidak teratur sering kali mengakibatkan peningkatan, bukan penyelesaian yang tenang.
Baca Juga: 7 Karakteristik Kepribadian yang Hanya Dimiliki Golongan Darah A, Apa yang Bikin Mereka Spesial?
Yang seharusnya dilakukan adalah mengeksplorasi perasaannya lebih dalam dan bertukar pikiran tentang apa yang mungkin dilakukan saat diri sang anak sudah tenang.
***

Share this article
mendalami perasaan ketika anak-anak mengalami disregulasi sering kali menghasilkan eskalasi, bukan penyelesaian yang tenang.