AYOJAKARTA.COM - FOMO (Fear of Missing Out) adalah perasaan khawatir dimana kamu mengalami kecemasan akan ketinggalan informasi terkini, atau hal-hal yang kamu anggap penting.
Umumnya, gejala FOMO berwujud pada penggunaan media sosial secara berlebihan sehingga bersifat patologis dan ketakutan terus menerus akan mengalami penyesalan.
FOMO, ditandai dengan keinginan untuk mengetahui dan terus terhubung dengan apa yang orang lain lakukan atau alami.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Temukan Berlian yang Hilang, Waktumu Hanya 13 Detik
Penyebab dari FOMO sendiri tidak disebabkan oleh sesuatu yang tunggal.
Penelitian menunjukkan 5 penyebab yang mungkin menjadi alasan kenapa seseorang mengalami FOMO, yaitu:
1. Aktivasi amygdala
Amygdala adalah salah satu segmen otak primitif yang bertanggung jawab atas rasa takut dan cemas yang terkait dengan menyaksikan orang lain mendahului kamu atau mendapatkan sesuatu yang tidak dapat kamu lakukan.
Baca Juga: Benarkah Seleksi CPNS Akan Digelar Setelah Pilkada?
Di satu sisi, rasa takut ketinggalan adalah naluri bertahan hidup yang berlebihan.
2. Ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan kepuasan
Orang-orang yang merasa bahwa mereka hidup di bawah standar atau ekspektasi mereka lebih rentan terhadap FOMO.
Ketidakbahagiaan dan ketidakpuasan mereka terhadap hidup akan semakin terasa ketika mereka melihat kehidupan orang lain yang dianggap "sempurna" dan selanjutnya mengembangkan emosi seperti iri hati, dendam, dan lain-lain.
3. Gejala obsesif-kompulsif
FOMO secara khas melibatkan pikiran-pikiran yang tidak terkendali yang berkaitan dengan melewatkan sesuatu yang penting dan perilaku kompulsif (dalam hal ini, penggunaan media sosial) untuk mencoba melawan pikiran tersebut.
Baca Juga: Selesai Pendaftaran, KJP Plus Melakukan Ini sebagai Proses Berikutnya untuk Tahap Pencairan
Gejala-gejala ini merupakan ciri khas gangguan obsesif-kompulsif, yang mengindikasikan adanya kemungkinan hubungan di antara keduanya.
Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan rasa takut kehilangan yang intens mungkin pernah mengalami trauma di masa lalu yang pada akhirnya memicu perilaku pengecekan kompulsif tersebut.
4. Persaingan
Persaingan sosial (dalam status, kekayaan, dan sejenisnya) serta kebutuhan untuk menampilkan yang terbaik di media sosial juga dapat membuat orang mengembangkan FOMO.
Baca Juga: 4 Kepribadian Menarik Orang Yang Menyukai Hujan, Apa Kamu Salah Satunya?
Hal ini tidak hanya membuat mereka menjadi gemar "pamer" tapi juga menimbulkan rasa takut ketinggalan dari orang lain yang mengikuti mereka.
5. Kecemasan sosial
Orang dengan kecemasan sosial ekstrovert mungkin secara obsesif merasa perlu berinteraksi secara online untuk meningkatkan koneksi mereka.
Media sosial terbukti menjadi platform yang lebih nyaman bagi orang-orang yang menderita kecemasan yang berkaitan dengan interaksi fisik atau tatap muka.
Inilah 5 fakta psikologi penyebab FOMO. Apakah salah satunya ada dalam diri kamu? ***

Share this article
Penelitian menunjukkan rupanya ada 5 penyebab yang mungkin menjadi alasan kenapa seseorang mengalami FOMO