AYOJAKARTA.COM - Ancaman kesehatan masyarakat sudah sangat jamak diketahui, seperti kebiasaan merokok, hipertensi, diabetes, kanker, dan lain-lain.
Namun, pada tahun lalu, daftar ancaman ini bertambah lagi: kesepian!
Menurut laporan ahli bedah dari Amerika, Vivek Murthy, dalam beberapa tahun terakhir, sekitar 50 persen orang Amerika mengalami kesepian, yang disertai dengan dampak buruk yang sangat besar.
Orang yang kesepian, seperti yang diperingatkan dalam laporan Murthy, memiliki risiko kematian yang sama dengan orang yang merokok 15 batang sehari. Wah, serem!
Baca Juga: Ini Dia Kampus dan Jurusan Favorit Awardee LPDP, Berminat Untuk Daftar?
Ironisnya, di saat teknologi informasi dan komunikasi maju begitu pesatnya saat ini, yang memungkinkan kita bisa berkomunikasi satu sama lain tanpa batas, kita justru merasa kesepian.
Sulit membayangkan betapa kurangnya persahabatan bisa sama berbahayanya dengan kecanduan nikotin atau pandemi global.
Namun manusia secara biologis sudah terikat untuk menjadi makhluk sosial sehingga isolasi sebagai buah dari kemajuan teknologi justru mendatangkan malapetaka yang mengejutkan pada sistem kita.
Baca Juga: Tes Psikologi: Potret Kamu di Masa Depan adalah Apa yang Kamu Bayangkan tentang Dirimu di Masa Kini
Orang yang tidak mendapat dukungan sosial memiliki risiko penyakit jantung 29 persen lebih tinggi, risiko stroke 32 persen lebih tinggi, dan risiko kematian dini 26 hingga 29 persen lebih tinggi.
Para ilmuwan kini mengetahui bahwa kesepian dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan.
Hal ini mungkin terjadi karena nenek moyang manusia hidup dalam komunitas yang suportif.
Otak kita berfungsi lebih efisien saat kita bersama orang lain,” kata Julianne Holt-Lunstad, profesor psikologi dan ilmu saraf di Brigham Young University.
Baca Juga: Jadwal Berburu Malam Lailatul Qadar dengan Amalan Ibadah dari Sholat Isya hingga Subuh
Dalam berbagai penelitian, stres karena kesendirian telah dikaitkan dengan tingkat peradangan yang lebih tinggi di tubuh.
Jika peradangan ini berlanjut, kerusakan sel yang diakibatkannya dapat menyebabkan penyakit kronis seperti penyakit pembuluh darah, diabetes, dan alzheimer.
Dampak buruk dari waktu menyendiri yang berlebihan juga terlihat lebih cepat.
Psikolog Giorgia Silani dari University of Vienna dan timnya melarang 30 orang melakukan kontak sosial dan memantau mereka selama delapan jam, tingkat energi mereka anjlok seolah-olah mereka membuat diri mereka kelaparan sepanjang hari.
Jadi, jangan main-main dengan rasa kesepian alias no life atau nolep. Segera keluar, bersosialisasi, cari kegiatan sosial yang bisa menyalurkan hasratmu sebagai makhluk sosial.
Sesekali melepaskan diri dari gadget justru akan menguatkan dan menyehatkan mental kita.***
Baca Juga: Penerima KIP Kuliah Segera Cek, Ada 7 Jenis Biaya yang Tidak Ditanggung Loh!

Share this article
Kamu merasa kesepian? Jangan pernah menyepelekannya karena itu dapat berakibat fatal dan tentunya megancam kesehatan kamu.