AYOJAKARTA.COM — Selain Filsuf Jerman Friedrich Schelling, psikolog Perancis Pierre Janet dan Antropolog Arnst Platner, Sigmund Freud membagi pikiran menjadi dua bagian.
Meski sempat menuai kontra tentang siapa pencetus ide pembagian pikiran, Sigmund Freud menyebut dengan pikiran sadar dan pikiran bawah sadar.
Setelah penelitian mendalam, konsep pembagian pikiran yang dilakukan Sigmund Freud dan sejumlah ahli lain ternyata sudah diperkenalkan Hindu-India sejak 2500 tahun lalu.
Berdasarkan konsep tersebut, pikiran manusia dibagi menjadi tiga bagian antara lain pikiran sadar atau conscious mind, diikutip dari Instagram @psikologid.
Conscious mind atau pikiran Sallsadar memiliki sifat kritis, analitis, logis, rasional dan sering pula disebut sebagai wilayah otak kiri.
Ketika seseorang berhadapan dengan persoalan baik atau buruk, salah atau benar, untung atau rugi maka pikiran ini akan mulai bekerja.
Namun ternyata, dalam kehidupan seringkali pikiran sadar ini jarang digunakan dan hanya berada pada kisaran 8 hingga 12 persen.
Kecilnya angka ini karena keputusan yang dilakukan lebih banyak menggunakan kebiasaan perilaku, emosi, insting atau refleks.
Serta bagian ketiga yang disebut dengan pikiran bawah sadar atau subconscious mind yang memiliki kapasitas jauh lebih besar dari pikiran sadar atau conscious mind.
Di dalam pikiran bawah sadar, tersimpan database yang menyangkut pengalaman, ingatan, perasaan, emosi, bahkan kepribadian seseorang.
Pada bagian ini, setiap kejadian tersimpan dengan baik bahkan jika hal tersebut menyangkut pengalaman traumatik.
Kebiasaan seseorang ketika berperilaku atau bertindak saat menemui suatu hal, digerakkan oleh bagian pikiran ini.
Di antara kedua jenis pikiran tersebut, terdapat satu jenis pikiran penengah atau critical area yang berfungsi sebagai polisi pikiran.
Baca Juga: 5 Tips Atasi Rasa Cemas Sehari-hari, Hilangkan Pikiran Negatif hingga Rajin Olahraga
Pada bagian ini, polisi pikiran melakukan pengamanan terhadap hal-hal yang boleh atau tidak boleh masuk ke area bawah sadar.
Berada di antara pikiran sadar dan bawah sadar, selain berperan sebagai polisi pikiran critical area juga sering disebut sebagai filter pikiran.
Sebelum masuk ke dalam alam bawah sadar dan menjadi sebuah keyakinan, critical area akan bertindak sebagai pintu sebuah informasi.
Untuk itu, agar seseorang memiliki kesadaran penuh dan menyeluruh perlu mengenali setiap jenis pikirannya sendiri untuk dijadikan sahabat baik.
Setelah mengetahui isi pikiran sendiri, langkah kedua agar tidak dikuasai oleh siapapun adalah dengan mengelola pikiran sendiri.
Berikutnya adalah dengan memaksimalkan potensi pikiran melalui berbagai teknik relaksasi, mindfulness maupun afirmasi.
Dengan rutin dan sering melakukan hal ini, maka seseorang bisa memilah informasi serta ingatan buruk yang ingin dilepaskan.***

Share this article
Pikiran manusia dibagi menjadi tiga bagian antara lain pikiran sadar atau conscious mind. Simak selengkapnya.