AYOJAKARTA.COM - Perilaku beracun alias toxic dalam suatu hubungan tidak hanya mempengaruhi kesejahteraan emosional dan psikologis orang-orang yang terlibat, tetapi juga kesehatan fisik dan hubungan sosial.
Mengenali perilaku ini penting untuk mengidentifikasi hubungan yang beracun dan mengambil langkah menuju interaksi yang lebih sehat.
Berikut adalah deretan perilaku beracun yang dilansir dari Calm.com:
Baca Juga: 7 Trik Psikologis untuk Mengatasi Situasi Canggung
Gaslighting
Gaslighting adalah taktik manipulatif yang digunakan untuk membuat seseorang mempertanyakan realitas, ingatan, atau persepsinya sendiri.
Ini adalah bentuk pelecehan psikologis di mana pelaku menyangkal pengalaman korbannya, bersikeras bahwa peristiwa tersebut tidak terjadi atau bahwa korban terlalu sensitif atau salah mengingat peristiwa.
Hal ini dapat menyebabkan kebingungan, keraguan diri, dan hilangnya kepercayaan terhadap penilaian diri sendiri.
Merendahkan
Merendahkan membuat seseorang merasa tidak berharga melalui komentar yang meremehkan, ejekan, atau kritik.
Perilaku ini dapat berdampak buruk pada harga diri seseorang, membuat mereka merasa rendah diri atau tidak layak dihormati dan dicintai.
Hal ini sering digunakan sebagai mekanisme kontrol untuk menghilangkan rasa percaya diri korban dan mempertahankan kekuasaan.
Hiperkritis
Bersikap hiperkritis mengacu pada kritik yang terus-menerus terhadap segala sesuatu yang dilakukan seseorang, sering kali berfokus pada isu-isu kecil atau menciptakan masalah yang sebenarnya tidak ada.
Hal ini dapat menimbulkan perasaan selalu cacat atau tidak pernah cukup baik, sehingga melemahkan kepercayaan diri dan otonomi korban.
Menyalahkan
Dalam hubungan yang beracun, salah satu pasangan mungkin menyalahkan pasangannya, menolak mengakui kesalahannya sendiri.
Baca Juga: Waspadai 5 Ciri Hubungan Beracun alias Toxic, Putuskan Jika dalam Hubunganmu!
Hal ini dapat menciptakan narasi sepihak di mana korban selalu bersalah, sehingga menimbulkan rasa bersalah dan rasa tanggung jawab yang tidak seimbang atas masalah hubungan.
Kecemburuan
Kecemburuan yang berlebihan atau tidak rasional dapat bermanifestasi sebagai sikap posesif, tuduhan menggoda atau perselingkuhan yang tidak berdasar, dan tuntutan untuk membatasi interaksi sosial atau pertemanan.
Kecurigaan
Kecurigaan terus-menerus tanpa alasan merusak kepercayaan, yang merupakan komponen mendasar dari hubungan yang sehat.
Perilaku ini dapat menyebabkan pertanyaan invasif, memeriksa pesan dan komentar media sosial, atau memilah-milah email.
Mengontrol
Perilaku mengendalikan dapat mencakup mendikte apa yang boleh dikenakan orang lain, siapa yang boleh dilihatnya, ke mana mereka boleh pergi, keputusan dan pendapatnya.
Dominasi ini menghilangkan otonomi dan kebebasan korban, sehingga membuat mereka merasa terjebak dan tidak berdaya.
Egosentrisme
Dalam hubungan yang beracun, salah satu pasangan mungkin bertindak seolah-olah segalanya berputar di sekitar dirinya, kebutuhannya, dan perasaannya, sambil mengabaikan atau meremehkan kebutuhan pasangannya.
***

Share this article
toxic dalam suatu hubungan tidak hanya mempengaruhi kesejahteraan emosional dan psikologis orang-orang yang terlibat, tetapi juga kesehatan