Edukasi Psikilogi: Pengertian Hipokondriasis, Si Paling Khawatir atas Kesehatan Dirinya Sendiri, Kamu Termasuk?

Ilustrasi Hipokondriasis
Ilustrasi Hipokondriasis

AYOJAKARTA.COM - Hipokondriasis, juga dikenal sebagai gangguan kecemasan penyakit, ditandai dengan kekhawatiran berlebihan terhadap penyakit serius.

Dikutip dari akun TikTok @katapsikologi, orang dengan kondisi ini sering kali menunjukkan kebiasaan tertentu yang didorong oleh meningkatnya kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatannya.

Meski sadar akan kesehatan diri itu penting, tapi menjadi si paling khawatir atas kesehatan diri sendiri termasuk gangguan mental lho.

Kesadaran Tinggi terhadap Sensasi Tubuh

Orang dengan hipokondriasis sangat sadar akan sensasi tubuh mereka.

Mereka sangat waspada terhadap segala perubahan atau ketidaknyamanan, seperti nyeri ringan, nyeri otot, sakit kepala, atau perubahan fungsi tubuh seperti buang air kecil dan buang air besar.

Baca Juga: Eks Manajer Tilap Rp 1,3 M, Fuji Tidak Mau Berharap Banyak Uangnya Kembali: Serahkan ke Tuhan Aja

Bahkan variasi kecil pun dapat menyebabkan kepanikan dan kecemasan yang hebat.

Gejala Googling Kompulsif

Setelah menyadari adanya perubahan pada tubuh, penderita hipokondriasis sering kali membuka Google untuk meneliti gejalanya. Mereka mencari makna di balik rasa sakit di berbagai bagian tubuh, perubahan warna urin, atau gejala lainnya.

Terlalu fokus pada kesehatan mereka dapat menyebabkan lingkaran setan kecemasan, karena penelusuran online sering kali menyoroti kondisi yang parah dan menakutkan.

Sering Berkunjung ke Dokter

Orang dengan hipokondriasis sering mengunjungi berbagai profesional kesehatan untuk mengetahui masalah kesehatan mereka. Mereka mungkin mengunjungi dokter umum, spesialis, dan unit gawat darurat beberapa kali sehari.

Baca Juga: Kuasa Hukum Pegi Setiawan Setuju Iptu Rudiana Hadir untuk Ungkap Kasus Vina: Dia Saksi Kunci!

Meski sudah diyakinkan oleh dokter, mereka sering meminta tes tambahan seperti pemeriksaan darah, tes urin, CT scan, MRI, dan pemeriksaan jantung untuk memastikan status kesehatan mereka.

Kecemasan terhadap Pengobatan

Bahkan setelah diberi resep obat, penderita hipokondriasis cenderung meneliti obat tersebut secara online, mencari potensi efek samping dan manfaatnya.

Hal ini sering kali menimbulkan kecemasan dan keragu-raguan lebih lanjut untuk meminum obat, sehingga memerlukan kunjungan berulang kali ke dokter untuk mendapatkan kepastian.

Pencarian Konstan untuk Fasilitas Medis Terdekat

Ke mana pun mereka pergi, penderita hipokondriasis biasanya mencari rumah sakit, klinik, atau fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga: Selamat! 2.876 Peserta Dipastikan Lulus Seleksi Mandiri Unnes 2024, Ini 10 Jurusan D3-S1 Termurah, UKT dan IPI Rp500 Ribu

Mereka menyimpan nomor kontak dan lokasi di ponsel mereka untuk mengakses bantuan medis dengan cepat jika mereka tiba-tiba mengalami masalah kesehatan.

Kontak Terus-menerus dengan Teman Dokter

Jika mereka memiliki teman yang berprofesi sebagai dokter, penderita hipokondriasis sering kali membanjiri mereka dengan pesan dan telepon, mencari kepastian terus-menerus tentang status kesehatan mereka.

Kebutuhan akan validasi ini dapat membebani hubungan pribadi.

Realisasi dan Kebutuhan Dukungan Kesehatan Mental

Setelah menghabiskan banyak uang untuk konsultasi dan tes medis selama bertahun-tahun, penderita hipokondriasis pada akhirnya menyadari perlunya dukungan kesehatan mental.

Mereka mungkin mencari bantuan dari psikiater atau psikolog untuk mengatasi masalah kesehatan mental mereka, dengan memahami bahwa kesehatan fisik mereka tidak terganggu.

Baca Juga: H-5 SKD IPDN, Polstat STIS, Poltek SSN, Poltekim, Poltekip, dan 15 Sekdin, Cek Skor Acuan Lolos SKD Sekolah Kedinasan 2024

Potensi Pemicu

Pemicu hipokondriasis bisa bermacam-macam. Banyak orang mengalami kondisi ini setelah menyaksikan orang yang dicintai menderita penyakit parah, sehingga membuat mereka terlalu berhati-hati terhadap kesehatannya.

Pendekatan mereka untuk tetap sehat menjadi ekstrem, berfokus pada validasi medis terus-menerus daripada menerapkan kebiasaan gaya hidup sehat secara umum.

Mencari Bantuan Profesional

Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal menunjukkan gejala hipokondriasis, disarankan untuk mencari bantuan ahli kesehatan mental.

Baca Juga: BPOM Buka Formasi 781 untuk CPNS 2024, Cek Rinciannya di Sini!

Setelah beberapa kali konsultasi medis yang memastikan tidak ada masalah kesehatan fisik, penting untuk mengatasi aspek kesehatan mental.

Terapi dapat membantu mengelola kecemasan dan menyediakan mekanisme penanggulangan untuk mengurangi kebutuhan akan validasi medis yang terus-menerus.

Hipokondriasis dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup seseorang, menyebabkan biaya pengobatan yang tidak perlu dan hubungan yang tegang.

Mengenali tanda-tandanya dan mencari dukungan kesehatan mental yang tepat dapat membantu menangani kondisi ini secara efektif.

Jika kamu menduga kamu menderita hipokondriasis, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk meningkatkan kesejahteraan mentalmu.***

Baca Juga: Cara Mengenali Kepribadian Seseorang dari Gaya Tertawa, Berperan Jadi Penyeimbang Jiwa dan Menguatkan Daya Tahan

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Hipokondriasis
# kecemasan
# khawatir
# edukasi psikologi
# mental

News Update

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.

Teknologi

Axioo Hype AMD X1, Laptop 5 Jutaan dengan Garansi Anti Maling

Laptop Rp5 jutaan Axioo Hype AMD X1 dipuji Deddy Irvan berkat layar IPS FHD, RAM upgradeable, kamera 2MP jernih, backlit keyboard, serta garansi fenomenal Axioo ADP 3 tahun (termasuk kecurian).

Metropolitan

Permudah Akses Perbankan, Rano Karno Instruksikan ATM Bank Jakarta Hadir di Semua Rusun

Kebijakan ini diharapkan dapat mempermudah warga dalam melakukan berbagai transaksi keuangan tanpa harus pergi jauh dari tempat tinggal mereka.

Ekonomi

Pemerintah Mulai Simulasikan Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Lewat Koperasi Desa Merah Putih, Ini Penjelasan Kemensos

Langkah ini merupakan bagian dari uji coba untuk memperkuat sistem distribusi bantuan agar semakin mudah dijangkau masyarakat.

Jakarta Pusat

PAM Jaya Gerak Cepat Tangani Pipa Bocor Imbas Proyek JSDP, Suplai Air Dipastikan Tetap Mengalir

Dirut PAM Jaya mengatakan kebocoran bermula saat kontraktor proyek melakukan pekerjaan pengecekan di area sekitar jaringan pipa utama milik PAM Jaya.

Bisnis

Darurat Scam dan Judi Online, BRI Bersama OJK Perketat Ekosistem Perbankan Gandeng Kemkomdigi dan PERBANAS

Sinergi BRI, PERBANAS, OJK, dan Kemkomdigi resmi tingkatkan keamanan keuangan digital demi memberantas judi online dan scam.

Bisnis

Antisipasi Lonjakan Permintaan, Pertamina Suntik Tambahan LPG Subsidi 138 Metrik Ton di Kabupaten Subang

Pertamina Patra Niaga menambah 138 metrik ton LPG 3 Kg di Subang hingga akhir Juli 2026 untuk menjaga stok dan kelancaran distribusi.

Nasional

Tips Memilih Lowongan Program Magang Nasional 2026, Jangan Asal Klik!

Memilih lowongan program magang secara tepat dapat memberikan pengalaman berharga yang berdampak pada pengembangan karier di masa depan.

Jakarta Timur

INFO Penting untuk Warga Jaktim! Per 27 Juli 2026, Kantor Sudin Dukcapil Jakarta Timur akan Pindah Sementara, Ini Lokasinya

Kepindahan ini dilakukan untuk mendukung proses renovasi gedung sekaligus meningkatkan kenyamanan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Metropolitan

Transjakarta Gelar Sayembara Desain Green Hub Petamburan, Siapkan Konsep Kawasan Transportasi Masa Depan

Sayembara Desaian Green Hub Petamburan ini mengusung tema "Green Connectivity: Weaving Mobility, Elevating Urban Life".

Jakarta Timur

Dinas Bina Marga DKI Jakarta Mulai Penataan Trotoar di Jakarta Timur dengan Konsep Complete Street, Pejalan Kaki Lebih Aman dan Nyaman

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi para pejalan kaki.

Metropolitan

Masih Ada Kesempatan! Pendaftaran Jakarta Innovation Awards 2026 Diperpanjang, Yuk Siapkan Inovasi Terbaikmu

Jakarta Innovation Awards merupakan ajang apresiasi bagi inovasi yang telah diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi Jakarta.

Pendidikan

Pemprov DKI Batasi Penggunaan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun? Pramono Anung: Jakarta Dukung Komdigi

Pemprov DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat yang membatasi akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun

Metropolitan

DKI Tutup 2 Zona Aktif di Bantargebang, Sistem 'Open Dumping' Mulai Ditinggalkan!

Pemprov DKI Jakarta resmi memulai langkah besar untuk membenahi pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi.