AYOJAKARTA.COM – Setelah ramai menjangkit Tiongkok, kabar merebaknya virus Human Metapneumovirus atau HMPV kini mulai ditemukan di Indonesia.
Menyikapi temuan kasus virus HMPV di Indonesia, sebagian kalangan mulai kembali dihantui dengan trauma pandemi Covid-19.
Bukan hanya menjangkit masyarakat usia lanjut atau lansia, virus HMPV juga disebut-sebut telah banyak menyerang anak usia 14 tahun ke bawah.
Baca Juga: Jumat Berkah! 4 BLT Cair Serentak Besok, KPM Golongan Ini Bisa Dapat Bansos Tunai di Awal Tahun 2025
Kondisi fisik yang masih rentan dan penyakit bawaan atau komorbid, ditengarai menjadi salah satu faktor pemicu potensi meningkatnya jumlah kasus.
Terkait dengan telah adanya temuan kasus virus HMPV, Kementerian Kesehatan telah menghimbau agar masyarakat tenang dan tidak panik.
Selain tidak bersikap panik, Kemenkes juga mengajak agar masyarakat lebih bersikap waspada dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS.
Dalam keterangannya, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut HMPV merupakan varian virus lama yang sudah dikenali oleh tubuh sehingga cenderung lebih mudah dipulihkan.
Imbauan untuk tidak bersikap panik, selain disampaikan Menkes juga disampaikan oleh Epidemiolog asal Universitas Australia Dicky Budiman.
Menurut Dicky, temuan kasus HMPV bukanlah merupakan hal baru karena pernah terjadi di Indonesia pada awal tahun 2000-an.
Baca Juga: Tombol Pengisian DRH di SSCASN PPPK Kemenag Hilang? Ini Penyebabnya
Berdasarkan pada kondisi tersebut, Dicky meyakini sistem kekebalan tubuh masyarakat Indonesia sudah cukup mampu melawan serangan virus.
“Sehingga walaupun bergejala akan lebih ringan, namun dalam kondisi seperti sekarang ini hindari berita yang simpang siur,” ungkap Dicky.
Kekhawatiran masyarakat kian menjelma setelah pemberitaan terkait wabah virus HMPV di Cina semakin banyak beredar di jagat maya.
Bukan hanya itu, sebagian kalangan juga berpendapat virus HMPV merupakan bagian dari rencana elit global untuk melakukan agenda dehumanisasi melalui aksi konspirasi.
Adanya kesamaan pola dengan kondisi menjelang munculnya pandemi Covid-19, menurut sebagian kalangan merupakan corak kerja agen-agen konspirasi.
Pemahaman yang tidak tepat mengenai kondisi sebenarnya di Cina, menurut Dicky menjadi salah satu penyebab munculnya ketakutan d masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Jangan Salah Kaprah! Restoran Tidak Kena PPN 12 Persen, Begini Penjelasan Ditjen Pajak
Sehingga narasi-narasi yang menyebut bahwa virus HMPV sebagai bagian dari rencana konspirasi, menurut Dicky sangat tidak tepat dan berdasar.
“Secara epidemiologi tidak ada hal yang patut menjadi ketakutan dan kepanikan yang tidak berdasar,” imbuhnya.
Terkait dengan proses penularan, virus HMPV dapat terjadi karena droplet baik yang berasal dari batuk atau bersin, serta kontak dengan benda yang terkontaminasi.
Untuk langkah pencegahan, selain memberlakukan PHBS adalah dengan cukup istirahat dan tidak berpikir negatif atau melatih kesadaran diri. ***
Share this article
Terkait dengan proses penularan, virus HMPV dapat terjadi karena droplet baik yang berasal dari batuk atau bersin, serta kontak dengan benda