AYOJAKARTA.COM — Para ahli kesehatan sering memperingatkan bahwa konsumsi gula berlebih dapat menganggu kondisi tubuh.
Efeknya tak hanya bikin ketagihan, konsumsi gula berlebihan juga memicu gangguan fungsi tubuh sebelum menyadarinya.
Dikutip dari YouTube Gaudi Tea Official pada Selasa, 22 April 2025, berikut ini 10 gejala yang sering terabaikan, padahal menandakan gula di dalam tubuh mulai melonjak.
1. Kelelahan Meski Baru Bangun
Gula memicu fluktuasi drastis kadar insulin, sehingga energi yang seharusnya stabil cepat anjlok.
Akibatnya, tubuh bisa merasa letih seperti habis begadang, walau baru terbangun.
2. Jerawat Mendadak
Konsumsi gula berlebihan meningkatkan produksi minyak di kulit dan memicu peradangan.
Jika tiba‑tiba breakout, apalagi di luar masa PMS pertimbangkan evaluasi asupan gula harian.
3. Berat Badan Naik Tanpa Paksaan Makan Besar
Gula ekstra diubah tubuh menjadi lemak cadangan.
Meski porsi makan normal, camilan manis yang terus-menerus bikin timbangan perlahan naik.
4. Mood Roller Coaster
Gula memengaruhi hormon serotonin. Kalian mungkin merasa euforia sesaat setelah menyantap donat atau minuman manis, lalu terpuruk drastis beberapa jam kemudian.
5. Sering Lapar dan Cepat Haus
Gula dicerna dengan cepat, sehingga kenyang hanya sesaat.
Kerja ginjal juga meningkat untuk memproses gula, sehingga memicu rasa haus yang konstan.
6. Luka Lambat Sembuh
Hiperglikemia menghambat proses regenerasi sel.
Luka kecil di kulit bisa menutup lebih lama dari keadaan normal, ini sebagai tanda awal risiko komplikasi.
7. Gusi Mudah Berdarah
Inflamasi yang dipicu gula turut menyerang jaringan gusi.
Jika sikat gigi memunculkan darah, waspadai peradangan gusi akibat pola makan manis.
8. Infeksi Jamur di Area Sensitif
Gula tinggi meningkatkan kadar glukosa dalam darah dan cairan tubuh, menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur.
9. Kesulitan Fokus dan Lupa‑lupa
Konsumsi gula berlebih dapat menurunkan fungsi kognitif sementara, gejalanya mirip “brain fog”, susah konsentrasi, dan mudah lupa instruksi sederhana.
10. Ketagihan Gula Meningkat
Semakin sering kamu mengonsumsi gula, semakin tinggi toleransi rasa manis.
Hasilnya, kamu akan terus menerus mencari camilan manis tanpa merasa puas.
Mengapa Gula Berbahaya?
Gula bukan sekadar pemanis, dalam jumlah berlebih ia bertindak seperti racun yang perlahan merusak keseimbangan hormon, menimbun lemak, dan memicu inflamasi kronis.
Kondisi ini berisiko meningkatkan peluang diabetes, obesitas, penyakit kardiovaskular, hingga gangguan kulit.
Langkah Sederhana Kurangi Gula
1. Batasi Minuman Manis: Gantilah soda dan jus kemasan dengan air putih, infused water, atau teh tawar.
2. Baca Label Nutrisi: Perhatikan kandungan gula tersembunyi pada makanan kemasan.
3. Pilih Pemanis Alami: Stevia atau madu murni lebih rendah kalori dibandingkan gula pasir.
4. Perbanyak Serat: Buah, sayur, dan biji‑bijian memperlambat penyerapan gula.
5. Camilan Sehat: Pilih kacang, yoghurt tawar, atau buah segar sebagai pengganti kue dan permen.
“Tubuh kita pintar memberi sinyal sebelum kerusakan parah terjadi,” kata Dr. Rini Saraswati, ahli gizi klinis.
Segera perhatikan gejala di atas dan ubah pola makan demi kesehatan jangka panjang.
Dengan pemahaman dan tindakan tepat, kamu bisa menikmati manisnya hidup tanpa mengorbankan kesehatan.
Mulailah dari kebiasaan sehari-hari, karena sehat itu pilihan, dan perubahan kecil adalah langkah besar menuju tubuh yang lebih bugar.***
Share this article
Para ahli kesehatan sering memperingatkan bahwa konsumsi gula berlebih dapat menganggu kondisi tubuh.