AYOJAKARTA.COM – Saat ini istilah mager atau malas gerak sudah menjadi trend di masyarakat, karena semakin kesini banyak manusia yang terlalu nyaman untuk tidak melakukan aktivitas berat.
Manusia terlalu nyaman dengan posisi tiduran dan duduk saja apalagi dibarengi dengan bermain ponsel.
Jangankan beraktivitas harian seperti biasa, untuk melakukan olahraga juga saat ini sudah banyak yang merasa malas.
Baca Juga: Kabar Gembira Bagi Pemilik KIS BPJS Kesehatan! 4 Bansos Ini akan Cair Tahun 2023
Padahal ada sebuah studi yang menyebut bahwa kondisi hanya duduk atau tiduran saja sangat erat kaitannya dengan penurunan daya ingat serta kemampuan berpikir.
Studi tersebut telah diterbitkan di Journal of Epidemiology and Community Health, dimana studi itu juga mengatakan adanya temuan gerak fisik yang sedikit, termasuk malasnya beraktivitas terutama berolahraga, itu dapat mempengaruhi kesehatan termasuk kesehatan otak.
"Meskipun perbedaannya kecil, temuan ini menunjukkan bagaimana perubahan kecil dalam tingkat aktivitas fisik dapat mempengaruhi kesehatan, termasuk kesehatan otak," jelas penulis studi utama, John Mitchell seperti dikutip Ayojakarta.com pada laman PMJ News.
Baca Juga: Studi Baru: Merokok Bisa Menyebabkan Daya Ingat Berkurang
John Mitchell juga menggunakan data yang diambilnya dari dari British Cohort Study tahun 1970 dimana studi berkelanjutan tersebut telah meneliti kesehatan dari sekelompok orang di tahun 1970.
Hasil studi didasarkan pada data dari hampir 4.500 orang yang ditindaklanjuti sejak tahun 2016 hingga 2018.
Para peserta yang dimintai keterangan dalam penelitian tersebut memberikan informasi tentang kesehatan, latar belakang. dan gaya hidup mereka.
Mereka juga diminta memakai pelacak aktivitas setidaknya 10 jam berturut-turut sehari hingga tujuh hari, bahkan saat tidur dan mandi.
Baca Juga: Mengaku Sering Tidur dengan Putri Candrawathi, Kuat Maruf Dihajar Ferdy Sambo? Cek Faktanya!
Selama penelitian, peserta menjalani serangkaian tes yang menilai kemampuan mereka untuk memproses dan mengingat informasi.
Peserta setiap hari melakukan olahraga sedang atau intens selama 51 menit, sekitar enam jam aktivitas ringan seperti berjalan lambat, dan sekitar sembilan jam perilaku menetap yakni duduk atau berbaring. Mereka rata-rata tidur sekitar delapan jam.
"Aktivitas sedang hingga intens dalam penelitian ini dianggap sebagai sesuatu yang membuat jantung berdegup lebih kencang atau membuat seseorang merasa tubuhnya lebih panas," ujar Mitchell.
Dari hasil analisis data aktivitas para peserta, peneliti akhirnya mendapatkan temuan dimana mereka yang melewatkan latihan demi delapan menit perilaku menetap mengalami penurunan satu persen hingga dua persen dalam skor kognisi mereka.
Tak hanya itu saja, penurunan serupa jgua ditemukan dalam kinerja kognitif ketika orang mengganti olahraga berat dengan enam menit aktivitas fisik ringan atau tujuh menit tidur.
Selain itu, mengganti duduk atau berbaring dengan sembilan menit olahraga berat dikaitkan dengan lebih dari satu persen peningkatan skor kognisi.
Dari adanya penelitian tersebut, maka Department of Health and Human Services di AS merekomendasikan orang dewasa untuk melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik sedang hingga intens setiap pekan ditambah dua hari latihan penguatan otot.
"Hubungan antara lebih banyak olahraga dan kinerja otak yang lebih baik masih belum jelas, tetapi kemungkinan hasil dari cara kerja sistem kardiovaskular tubuh," ujar Aviroop Biswas, ilmuwan rekanan di Institute for Work & Health di Toronto, Kanada.
Biswas juga mengatakan bahwa saat tubuh sedang melakukan gerakan aktif, pada dasarnya hal itu sedang meningkatkan kekuatan jantung.
Dimana kekuatan jantung tersebut untuk memompa darah ke seluruh tubuh juga membaik, terutama ke salah satu organ terpenting, yakni otak.
Artikel ini telah tayang pada laman PMJ News dengan judul "Studi: Kebiasaan Hanya Duduk dan Tiduran Bakal Turunkan Daya Ingat"
***

Share this article
Hanya duduk atau tiduran saja sangat erat kaitannya dengan penurunan daya ingat serta kemampuan berpikir, kok bisa?