AYOJAKARTA.COM – Ini hasil penelitian untuk para perokok dan yang baru mau coba-coba merokok.
Penelitian terbaru dari Ohio State University yang menyebutkan sebaiknya Anda berhenti merokok dan kalau belum, jangan sampai merokok.
Menurut studi yang dipublikasikan di Journal of Alzheimer’s Disease, para perokok cenderung punya masalah dengan memori dan penurunan kognitif pada usia paruh baya.
Nah, orang yang memutuskan berheni merokok alias mantan perokok bisa mengurangi kemungkinan penurunan kognitif.
Baca Juga: Info Terbaru Kartu Prakerja 2023: Gelombang 1 Dibuka Bulan Ini Nih, Cekidot
Baca Juga: Camat Labuan Banten Minta Warga Waspada Potensi Gempa Megathrust dan Tsunami! Ini Kata Dokter Tifa
Penelitian dari Universitas Ohio tersebut sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya yang menghubungkan merokok dan demensia termasuk penyakit Alzheimer.
Dalam penelitian tersebut, salah satu pertanyaan yang diajukan kepada responden adalah mereka pernah mengalami masalah seperti kehilangan ingatan atau kebingungan.
Studi tersebut memeriksa data dari lebih dari 135.000 orang di atas usia 45 tahun untuk membandingkan penurunan kognitif subjektif (subjective cognitive decline atau SCD) yang dialami orang yang merokok, orang yang baru berhenti merokok, dan orang yang sudah lama berhenti.
“Prevalensi SCD di kalangan perokok dalam penelitian ini hampir 1,9 kali lipat dari bukan perokok,” Neuroscience News melaporkan.
Selanjutnya, berdasarkan studi, prevalensi di antara mereka yang berhenti kurang dari 10 tahun yang lalu adalah 1,5 kali lipat dari bukan perokok.
Kemudian, mereka yang berhenti merokok lebih dari satu dekade sebelum survei dilakukan, punya prevalensi SCD sedikit di atas kelompok yang tidak merokok.
Para ahli sepakat selain bisa meningkatkan risiko sejumlah kanker, kebiasaan merokok dapat memperburuk kondisi yang sudah ada sebelumnya seperti hipertensi alias tekanan darah tinggi.
Baca Juga: Terpopuler! Daryono BMKG: Semua Ramalan Tentang Gempa (Megathrust) dan Tsunami Adalah Mimpi
Baca Juga: Gempa Megathrust dan Tsunami: Mau Percaya Hard Gumay, Dokter Tifa atau Penjelasan BMKG!
Di tempat terpisah, studi yang diterbitkan Journal of Hypertension menyebutkan dampak merokok terhadap kesehatan jantung. Studi itu berdasarkan dokumen dari China Nationwide Ambulatory and Home Blood Pressure Registry pada tahun 2020.
Para peneliti menyatakan para perokok berat harus dianggap sebagai target potensial untuk skrining hipertensi terselubung, terutama jika tekanan darah mereka berada dalam kisaran normal atau normal tinggi dan jika mereka adalah pria paruh baya.
Menurut riset itu, penelitian pada masa depan diperlukan untuk mengembangkan strategi skrining yang optimal.
“Dan untuk memahami implikasi tingkat populasi dari penggunaan Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM) atau Home Blood Pressure Monitoring (HBPM) untuk mendeteksi hipertensi terselubung," ungkap peneliti seperti dilansir dari laman Express seperti dilansir pmjnews.com.
Share this article
Menurut studi yang dipublikasikan di Journal of Alzheimer’s Disease, perokok cenderung punya masalah dengan memori dan penurunan kognitif.