AYOJAKARTA.COM - Franz Kafka lahir di Praha pada 3 Juli 1883. Karya-karyanya tetap relevan hingga kini karena mengangkat pengalaman manusia yang berhadapan dengan sistem kekuasaan yang menekan.
Sastrawan Anton Kurnia menilai absurditas dalam karya Franz Kafka memperlihatkan relasi sulit antara individu dengan kekuasaan.
Pengalaman tokoh-tokoh Kafka sering kali terjebak dalam sistem yang tidak transparan.
Namanya melahirkan istilah "Kafkaesque" yang sangat populer. Istilah ini menggambarkan situasi yang absurd, menyesakkan, dan sarat birokrasi tanpa jalan keluar.
Reiner Stach menyebut Kafkaesque identik dengan kekuasaan yang bekerja secara gelap dan sulit dipahami.
Fenomena ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat modern.
Salah satu mahakaryanya yang paling terkenal adalah Metamorphosis. Novel ini menceritakan Gregor Samsa yang terbangun menjadi serangga raksasa.
Hal pertama yang dipikirkan Gregor bukanlah perubahan fisiknya, melainkan kekhawatiran terlambat kerja.
Adegan ini merupakan cermin bagi pekerja urban modern yang hidup di bawah tekanan ekonomi yang berat.
Banyak pekerja merasa seperti serangga di dalam KRL yang bekerja keras hingga lupa jati diri.
Dalam realitas pekerja urban, harga diri sering kali hanya dilihat sebatas angka di slip gaji.
Seseorang dianggap berguna selama mereka masih bisa menghasilkan uang. Gregor Samsa dikisahkan bekerja bukan untuk impian pribadinya.
Ia menjadi mesin pelunas utang bagi keluarganya. Kondisi ini sangat relevan dengan fenomena sandwich generation di masa sekarang.
Franz Kafka menuliskan kengerian birokrasi melalui sosok manajer kantor atau Chief Clerk.
Saat Gregor Samsa terlambat, manajer tersebut tidak menanyakan kesehatannya, melainkan langsung menyerang karakternya.
Kantor sering kali memandang pekerja bukan sebagai manusia, melainkan sebagai benda untuk dieksploitasi.
Pekerja diharapkan terus berfungsi seperti mesin yang efisien. Jika "mesin" tersebut rusak atau tidak lagi produktif, ia akan segera disingkirkan.
Penggambaran ini didasari pada pengalaman pribadi Kafka sebagai pegawai perusahaan asuransi.
Ia menyaksikan sendiri bagaimana kekuatan birokrasi membatasi kebebasan individu.
Dalam karyanya, pekerja digambarkan sebagai "makhluk milik bos" yang tidak boleh memiliki pikiran sendiri.
Tulisan Kafka berhasil menangkap fenomena dunia yang tetap nyata setelah seabad berlalu.
Kini, karya-karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa daerah di Indonesia, dari Aceh hingga Papua.***
Share this article
Karya Franz Kafka, seperti Metamorphosis, tetap relevan karena menggambarkan istilah Kafkaesque: situasi absurd pekerja modern yang terjebak birokrasi, tekanan ekonomi, dan eksploitasi kekuasaan.