AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber melalui perluasan Gerakan Pilah Sampah dari Sumber.
Kali ini gerakan tersebut akan diterapkan di seluruh pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya.
Mulai Agustus 2026, sebanyak 146 pasar di ibu kota ditargetkan mulai menerapkan program tersebut sebagai bagian dari upaya mengurangi timbulan sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).
Program ini mendorong para pedagang, pengelola pasar, hingga pengunjung untuk memisahkan sampah sesuai jenisnya sejak awal.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan, menyampaikan aksi ini dilakukan demi menciptakan lingkungan pasar yang bersih dan mendukung Jakarta menuju kota global.
Ia mengatakan bahwa gerakan pilah sampah ini bukan hanya sekadar seremonial saja.
"Ini merupakan komitmen dan langkah nyata kita bersama untuk menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, higienis, dan nyaman, baik bagi para pedagang maupun masyarakat selaku pengunjung pasar, dalam mendukung Jakarta menuju kota global," ujar Agus.
Untuk mendukung gerakan ini, 146 pasar di bawah naungan Perumda Pasar Jaya telah dilengkapi fasilitas tempat sampah terpilah.

"Fasilitas ini disiapkan agar pemilahan sampah dapat dimulai langsung dari sumbernya," katanya.
Langkah ini, kata Agus, juga menjadi tindak lanjut dari Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber.
Pengelolaan sampah tak lagi hanya fokus pada penanganan di hilir, tapi juga harus dimulai dari lokasi penghasil sampah, termasuk di pasar.
"Mulai Agustus 2026, Pemprov DKI Jakarta sudah tidak bisa lagi melakukan pola pembuangan sampah seperti selama ini ke Bantargebang. Karena itu, kami diminta melakukan gerakan pemilahan sampah dari sumbernya," lanjutnya.***
Share this article
Program ini mendorong para pedagang, pengelola pasar, hingga pengunjung untuk memisahkan sampah sesuai jenisnya sejak awal.