AYOJAKARTA.COM - Upaya mengurangi timbunan sampah organik di lingkungan permukiman terus dilakukan Kelurahan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat.
Salah satunya melalui pemanfaatan sampah dedaunan yang diolah menjadi pupuk kompos bernilai ekonomis dan dipasarkan kepada masyarakat.
Bahkan saat ini, Kelurahan Cempaka Putih sudah memiliki fasilitas komposting pengolahan sampah organik tersebut.
Program pengolahan sampah tersebut telah berjalan sekitar tiga bulan dan menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Selain mampu menekan volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), hasil pengolahannya juga memberikan nilai tambah melalui penjualan pupuk kompos.
Lurah Cempaka Putih Timur, Hening Nugrahani, mengatakan sampah dedaunan yang dikumpulkan setiap hari oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) tidak lagi langsung dibuang.
"Sampah dedauan dikumpulkan personel PPSU dibawa ke fasilitas komposting untuk dicacah terlebih dahulu agar proses dekomposisi berjalan lebih cepat," ujar Hening.
Proses pengomposan, kata Hening, perlu memakan waktu sekitar tiga bulan agar sampah dedaunan berubah menjadi pupuk kompos.

Pupuk kompos itu, nantinya sebagian dipergunakan untuk keperluan internal dan sebagian lagi dijual.
"Sebagian pupuk kompos dimanfaatkan untuk penataan taman dan ruang terbuka hijau, sebagian lagi dikemas untuk dijual Rp10.000 perkilogram," jelasnya.
Terdapat fasilitas komposting berskala kecil di tiga RW untuk mendekatkan layanan pengolahan sampah kepada warga.
Hening mengatakan, Kelurahan Cempaka Putih Timur berhasil mengurangi volume sampah dedaunan sekitar sembilan kubik setiap harinya.***
Share this article
Program ini telah berjalan sekitar tiga bulan dan menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.