AYOJAKARTA.COM - Pemerintah militer Myanmar membuat heboh publik setelah melakukan pengeboman di Kachin, Myanmar beberapa hari lalu.
Pemerintah militer Myanmar melakukan pengeboman konser musik di daerah Kachin pada 23 Oktober 2022.
Pihak pemerintah militer mengakui bahwa adanya serangan udara ke daerah Kachin, dalam kejadian tersebut diketahui 80 orang tewas akibat serangan udara tersebut, di antaranya warga sipil.
Baca Juga: Myanmar Memanas, 138 Demonstran Tewas Sejak Kudeta Militer
Menurut laporan yang dikutip ayojakarta.com dari The Diplomat pada Rabu (2/11/2022), serangan udara tersebut menghantam konser peringatan yang diadakan oleh Organisasi Kemerdekaan Kachin (KIO).
Diketahui KIO merupakan sebuah kelompok perlawanan etnis terkemuka di kota terpencil, Hpakant.
Konser tersebut disebutkan merupakan bagian dari perayaan tiga hari yang menandai peringatan 62 tahun berdirinya KIO, salah satu di antara yang tewas termasuk musisi dan artis.
Dikutip ayojakarta.com dari The Diplomat pada Rabu (2/11/2022), Marzuki Darusman dari Dewan Penasihat Khusus untuk Myanmar menyatakan bahwa serangan terhadap konser tersebut sebagai tindakan pengecut junta dan tidak manusiawi.
Baca Juga: Brutal! Militer Myanmar Tembaki Demonstran dalam Aksi Damai
Kelompok advokasi lembaga Hak Asasi Manusia menggambarkannya sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum perang, yang melarang serangan yang menyebabkan kerugian sipil tanpa pandang bulu atau tidak proporsional.
Diketahui setelah serangan tersebut, kantor informasi junta militer memberikan konfirmasi serangan udara tersebut, akan tetapi junta militer tetap melakukannya karena dianggap sebagai operasi yang diperlukan sebagai tanggapan atas tindakan “teroris” oleh Tentara Kemerdekaan Kachin.
Namun janggalnya, pihak junta militer Myanmar membantah adanya serangan tersebut yang menargetkan warga sipil.
Baca Juga: Myanmar Blokir Instagram dan Twitter di Negaranya
Masih dilansir The Diplomat, dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui e-mail kepada organisasi media, semakin memperluas klaim tersebut, termasuk membantah adanya serangan terhadap warga sipil.
“Serangan itu tidak menargetkan warga sipil atau konser musik tetapi secara langsung menyerang benteng musuh sebagai sasaran militer,” kata pernyataan itu, yang tidak ditandatangani tetapi dapat dianggap berasal dari junta (atau semacam pembantu humas).
“Berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, daftar korban tewas dalam pertempuran membuktikan kerugian besar para pemberontak KIA. Oleh karena itu, dengan tujuan untuk memanfaatkan situasi, mereka mempropagandakan dan menuduh pasukan keamanan menargetkan warga sipil,” lanjut dari pernyataan tersebut.
Namun hal yang mengejutkan dari peristiwa tersebut, dikutip ayojakarta.com dari Kanal YouTube Sepulang Sekolah pada Rabu (2/11/2022) yang membahas terkait perihal pengeboman konser di Myanmar, sekitar sebulan sebelum kejadian di Kachin, diketahui junta militer Myanmar melakukan serangan udara di Kota Sagaing, Myanmar.
Baca Juga: Viral Goyang Bang Jago di Tengah Kudeta Myanmar, Ini Chord Gitar dan Lirik Lagunya
Serangan tersebut menargetkan bangunan sekolah, di mana saat serangan tersebut masih terdapat anak-anak di dalamnya.
Pihak militer pun membenarkan adanya pengiriman pasukan udara ke Kota Sagaing dengan tujuan menyerang basis militer pemberontak.
Pihak militer menuding pihak pemberontak memanfaatkan anak-anak dan warga sipil untuk dijadikan tameng hidup mereka.
Akan tetapi, penjelasan tameng hidup yang dituduhkan pemerintah Myanmar dibantah langsung oleh kesaksian warga sekitar.
Baca Juga: Bikin Heboh! Perempuan Ini Goyang 'Bang Jago' di Tengah Kudeta Myanmar
Mereka mengatakan bahwa para tentara hanya menembaki sekolah tersebut dan tidak ada serangan yang diarahkan kepada tentara.
Dalam kejadian itu, 13 orang tewas akibat serangan yang dilancarkan oleh militer Myanmar, dan 11 di antaranya merupakan anak-anak yang bersekolah di gedung itu.
Tak hanya itu, dikabarkan ada 15 orang anak-anak hilang setelah penyerangan tersebut.
PBB mengungkapkan bahwa penyerangan ke sekolah itu menjadi serangan paling mematikan terhadap anak-anak yang pernah terjadi di Myanmar setelah kudeta militer yang mengambil alih pemerintahan di negara tersebut.***

Share this article
Warga sipil menjadi korban tewas dalam serangan udara yang dilancarkan militer Myanmar di Kachin beberapa hari lalu.