UKRAINA, AYOJAKARTA.COM -- Ketegangan antara Rusia dan Ukraina semakin meningkat. Rusia menyatakan perang atas Ukraina. Korban dari rakyat sipil terus berjatuhan.
Pakar kesehatan pun menyuarakan keprihatinannya dan mengurai dampak berbahaya bagi kesehatan dunia.
Organisasi Dokter Internasional untuk Pencegahan Perang Nuklir (IPPNW) memperingatkan kemampuan militer NATO dan Rusia jika situasi saat ini semakin ketat.
Baca Juga: Rusia Resmi Nyatakan Perang, 144 WNI Masih Berada di Ukraina
Adapun berbagai dampak negatif perang nuklir di antaranya pada efek kesehatan dari ledakannya adalah kebutaan, tuli, dan cedera lainnya, seperti organ pecah, tengkorak retak, dan luka tembus dari bangunan yang runtuh, kebakaran, dan puing-puing terbang.
Paparan radiasinya dapat menyebabkan gangguan sistem saraf pusat, mual, muntah, diare, pendarahan tidak terkontrol, dan infeksi.
Dalam kasus ledakan nuklir, perawatan kesehatan sebagian besar juga tidak akan tersedia karena layanan medis bakal hancur dan personel medis tewas atau terluka parah.
Menurut organisasi tersebut, baik NATO maupun Rusia memiliki doktrin militer yang memungkinkan penggunaan senjata nuklir taktis.
Baca Juga: 850 Prajurit Satgas Konga XXXIX-B RDB Terima Penghargaan dari PBB
Misalnya, satu senjata nuklir 100 kiloton yang meledak di Kremlin dapat membunuh seperempat juta orang, sebagaimana dilansir News10 melalui Suara.com Jumat (25/2/2022).
IPPNW menyerukan AS untuk bekerja dengan semua negara bersenjata untuk melucuti senjata nuklir.
Baca Juga: Viral! Wanita Bakar Bendera Merah Putih di Lampung Mengaku Diperintah PBB
Ini adalah sesuatu yang kita butuhkan jika peradaban kita ingin bertahan. Orang-orang yang mengatakan kita dapat mempertahankan persenjataan nuklir yang sangat besar ini selamanya, adalah orang-orang yang hidup di dunia fantasi," kata Ira Helfand dari IPPNW.
Bahkan, menurut Washington Physicians for Social Responsibility, setiap sistem senjata nuklir dapat merusak kesehatan manusia.
Sebagai contoh, pemboman di Hiroshima dan Nagasaki menyebabkan total kematian 340.000 orang pada 1950.

Share this article
Pakar kesehatan menyatakan keprihatinan dampak dan bahaya bagi kesehatan jika senjata nuklir diluncurkan saat perang Rusia-Ukraina.