Semakin Banyak Negara Hentikan Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Ilustrasi Vaksin (Pixabay)

Ilustrasi Vaksin (Pixabay)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Kontroversi vaksin AstraZeneca/Oxford buatan Inggris terus bergulir. Setelah Austria Senin (08/03) menghentikan sementara penyuntikan vaksin AstraZeneca, sembari menunggu hasil investigasi kasus kematian akibat penggumpalan darah dan emboli paru-paru, otoritas kesehatan di Denmark juga menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca.

Dilaporkan, sedikitnya 22 kasus penggumpalan darah dan emboli paru-paru di antara tiga juta orang yang sudah mendapat suntikan vaksin AstraZeneca hingga tanggal 9 Maret 2021. Bahkan ada laporan kasus kematian, walau belum bisa dikonfirmasi apakah akibat langsung vaksinasi.

Otoritas kesehatan Denmark mengumumkan, mulai Kamis (11/03) menghentikan penyuntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca selama 14 hari. "Hal ini terkait laporan dari beberapa warga yang mengembangkan kasus serius penggumpalan darah setelah diimunisasi. Bahkan dilaporkan adanya satu kasus kematian.

"Walau begitu, sementara ini tidak memungkinkan untuk menarik kesimpulan, apakah hal itu ada kaitan langsung dengan vaksinnya. Kami melakukan tindakan antisipasi dini, dan kasus ini harus diinvestigasi secara menyeluruh,” kata Menteri Kesehatan Denmark, Magnus Heunicke, lewat Twitter.

Kementerian Kesehatan di Kopenhagen terus melakukan investigasi terkait kasus itu. Juga menyerukan penyelidikan oleh lembaga pengawas obat-obatan Eropa EMA. Demikian pernyataan dalam situs web Kementrian Kesehatan Denmark. Izin penggunaan vaksin AstraZenecca diterbitkan EMA akhir Januari lalu.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen kepada wartawan juga mengonfirmasi, penyuntikan dengan vaksin AstraZeneca di negaranya untuk sementara dihentikan. "Berita ini membuat marah, karena kita tergantung dari apakah semua orang sudah divaksinasi,” ujar PM Denmark itu.

Sejumlah negara di Eropa putusan tindakan serupa

Norwegia, negara tetangga Denmark di kawasan Skandinavia juga sudah mengumumkan, menghentikan sementara penyuntikan vaksin AstraZeneca. "Ini juga tidakan antisipasi dan berjaga-jaga,” ujar Geir Bukholm, Direktur Norwegian Institute for Public Health NIPH.

Latar belakangnya adalah dugaan kasus di Denmark demikian pernyataan juru bicara NIPH. Kepada DW juru bicara itu menyebutkan, sejauh ini belum diketahui, apakah ada kaitan langsung. "Tindakan itu merupakan antisipasi dini,” paparnya.

Setelah Denmark dan Norwegia, sejumlah negara Eropa lainnya seperti Islandia, Italia, Estonia, Lithuania, Luxemburg, and Latvia juga menyusul mengikuti tidakan jaga-jaga dan antisipasi dini, dengan menghentikan sementara penyuntikan vaksin AstraZeneca

Tanggapan EMA dan AstraZeneca

Menanggapi kasus di Austria, lembaga pengawas obat-obatan Eropa EMA menyatakan, sejauh ini belum ada bukti adanya kasus kematian yang diakibatkan oleh pemberian vaksin antivirus corona. "Data lebih lanjut mengenai tema ini ada dalam cek fakta terkait kasus kematian dan vaksinasi,” demikian pernyataan EMA Rabu lalu.

"Sejauh ini, tidak ada indikasi vaksinasi menyebabkan kondisi tersebut, dan tidak ada dalam daftar efek sampingan vaksin. Keuntungan vaksinnya tetap sangat jauh melebihi risikonya,” demikian EMA dalam sebuah pernyataan.

AstraZeneca menyatakan, vaksinnya sudah melewati pengawasan kualitas yang ketat dan tegas. Perusahaan farmasi itu menambahkan dalam pernyataannya: "Tidak pernah ada konfirmasi kasus serius terkait dengan vaksin kami.”

Polly Roy, pakar virologi dari London School of Hygiene and Tropical Medicine kepada DW mengatakan, ia meyakini kasus penggumpalan darah kemungkinan tidak terkait vaksin bersangkutan. "Kemungkinan ada sejumlah problem fundamental lainnya,” kata Roy.

Afrika Selatan dan Thailand juga tolak AstraZeneca

Afrika Selatan sebelumnya sudah menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca dalam program imunisasi warganya. Pemicunya adalah hasil uji klinis yang menunjukkan vaksinnya kurang efektif memerangi varian mutasi Covid-19 Afrika Selatan yang disebut tipe B.1.351

Thailand menjadi negara Asia pertama yang juga membatalkan sementara penggunaan resmi vaksin AstraZeneca. Walaupun kualitasnya bagus, vaksin ini untuk sementara tidak akan digunakan di Thailand, demikian pengumuman komisi vaksinasi di Bangkok. "Kami menunggu keputusan dari Austria dan Denmark," ujar Yong Poovarawan pakar virologi Thailand.

Negara gajah putih itu menurut rencana sebetulnya akan memulai resmi penggunaan vaksin AstraZeneca hari Jumat (12/03). Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha dirancang secara simbolis menjadi orang pertama yang akan divaksinasi dengan vaksin buatan Inggris-Swedia itu.

Prancis dan Spanyol lanjutkan vaksinasi

Spanyol dan Prancis menyatakan terus melanjutkan vaksinasi dengan produk AstraZeneca kepada warganya. Menteri Kesehatan Spanyol Carolina Darias mengatakan, tetap mengunakan vaksin itu karena di negaranya tidak ada kasus penggumpalan darah terkait vaksin AstraZeneca.

Sementara Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran mengatakan: ”Tidak ada alasan menghentikan AstraZeneca. Manfaat vaksinasi pada saat ini jauh melebihi risikonya.”

Sekitar satu juta dosis vaksin buatan perusahaan farmasi Inggris-Swedia itu sudah didistribusikan kepada 17 negara anggota Uni Eropa.

Sebelumnya, Jerman tidak menyarankan pemberian vaksin kepada orang berusia di atas 65 tahun, karena kurangnya data efikasi pada manula. Setelah pengkajian ulang, Jerman juga mengerem pemberian vaksin AstraZeneca, karena khawatir vaksin tidak ampuh lagi melawan virus corona varian mutasi.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

News 04 Jun 2026, 11:51 WIB

Bikin Geleng Kepala! 4 Tindakan Dugaan Korupsi Ex Kepala BGN Dadan Hindayana Cs

Kejaksaan Agung sudah menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN Sony Sanjayana dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG

Komunitas 04 Jun 2026, 10:59 WIB

ISMN Meet Up Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Jembatan Sukses Kreator Lokal Hadapi Dinamika Industri

ISMN Meet Up Surabaya 2026 resmi dibuka! Ajang kolaborasi kreatif untuk bantu kreator lokal bertahan dan bertumbuh di tren media sosial.

Jakarta Barat 04 Jun 2026, 10:51 WIB

Diduga Artefak, Sudin Kebudayaan Jakarta Barat Tindak Lanjut Temuan 4 Lempengan Batu Granit Aksara Cina!

Diduga artefak, temuan lempengan batu di wilayah Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan ditindaklanjuti oleh Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat.

News 04 Jun 2026, 10:16 WIB

Jembatan Baru Komunikasi Publik, ISMN Hubungkan Kominfo Jatim dan Homeless Media

ISMN gandeng Kominfo Jatim rangkul Homeless Media! Sinergi radikal ini siap ubah peta informasi dan guncang dominasi media arus utama.

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:47 WIB

679 Jiwa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Dinsos DKI Berikan Bantuan Logistik: Makanan hingga Layanan Dukungan Psikososial

Dinas Sosial DKI Jakarta diketahui memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, kebutuhan dasar, perlengkapan keluarga dan sekolah, termasuk Layanan Dukungan Psikososial serta dukungan hunian

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:11 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Kamis 4 Juni 2026: 4 Wilayah Serentak Hujan Sore hingga Malam Hari

Informasi seputar prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".

Nasional 03 Jun 2026, 20:58 WIB

Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Rencana layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil bagi pabrikan patuh. Kebijakan ini memicu moral hazard, ancam pangkas Rp150 T kas negara, dan rontokkan industri legal.

Bisnis 03 Jun 2026, 20:40 WIB

BTN Perluas Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 8 Provinsi

BTN berkolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus untuk mendorong pengurangan emisi dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

Nasional 03 Jun 2026, 19:24 WIB

Dampak Kenaikan Harga Bioetanol Terhadap Program Mandatori B50 2026

Target mandatori B50 RI pada 2026 untuk stop impor solar terancam kenaikan harga bioetanol (Rp8.062/liter). Lonjakan akibat pelemahan kurs rupiah ini berisiko membengkakkan beban subsidi energi negara

News 03 Jun 2026, 17:51 WIB

Kasus Jual Beli SPPG? Mantan Petinggi BGN: Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Ditahan Kejagung!

Setelah dicopot, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dibawa ke mobil pada Rabu, 3 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 17:24 WIB

Ironi Transisi Energi, Saat Kurs Rupiah Rp17.000 Ikut Mengerek Harga Biodiesel dan Bioetanol

Transisi energi Indonesia terganjal kurs rupiah di atas Rp17.000/USD. Meski bahan baku lokal, biaya konversi bioetanol & biodiesel Juni 2026 pakai denominasi dolar AS, bikin harga BBN rapuh & mahal.

Pendidikan 03 Jun 2026, 17:18 WIB

SPMB SMP DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Batas Waktu Verifikasi Akun

Tahapan prapendaftaran SPMB Jakarta 2026 ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 10 Juni 2026.

Otomotif 03 Jun 2026, 17:05 WIB

Awas Ketinggalan! Program Pemutihan Pajak dari Bapenda DKI Hanya 3 Bulan Saja Loh, Catat Tanggalnya Ya...

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI memberikan keringanan untuk penghapusan sanksi PKB dan BBNKB mulai 1 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 16:27 WIB

Siapa Saja Sosok Pimpinan Baru di Badan Gizi Nasional? Intip Profilnya

Presiden Prabowo rombak total pimpinan Badan Gizi Nasional akibat program Makan Bergizi Gratis rapor merah (20rb kasus keracunan & 98% dapur ilegal). Nanik S. Deyang ditunjuk jadi Kepala BGN baru.

Nasional 03 Jun 2026, 15:42 WIB

Badan Gizi Nasional Diguncang Geledah Kejagung dan Perombakan Total, Ada Apa?

Presiden Prabowo copot Kepala BGN Dadan Hindayana akibat rapor merah program Makan Bergizi Gratis (20 ribu kasus keracunan). Kantor BGN pun digeledah Kejagung terkait dugaan korupsi dan unit ilegal.

Bisnis 03 Jun 2026, 15:18 WIB

Gandeng Pertamina Patra Niaga JBB, Kelompok Kampung Sirih Mandiri Finansial Berkat Bisnis Ecoprint

Pertamina Patra Niaga Regional JBB gelar Pelatihan Ecoprint di Kampung Sirih Serpong demi bangun ekonomi sirkular dan SDGs.

Teknologi 03 Jun 2026, 15:17 WIB

Fitbit Air Resmi Meluncur, Gelang Pintar Google Tanpa Layar dan Bebas Biaya Langganan

Google merilis Fitbit Air, gelang kesehatan tanpa layar seberat 12 gram seharga Rp2,6 juta. Berfitur lengkap, tahan air 50m, baterai 7 hari, dan tanpa biaya langganan bulanan untuk fitur intinya.