JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Raja Arab Saudi Salman Al Saud mengizinkan 2 masjid suci di Makkah dan Madinah menggelar Salat Tarawih pada Ramadan 2020 meski ada wabah corona.
AYO BACA : Arab Saudi Tutup Akses Jeddah Usai Makkah, Riyadh dan Madinah
Dilansir dari Saudi Gazette, Raja Salman melalui Presidensi Dua Masjid suci menyetujui keputusan mengurangi jumlah rakaat saat Salat Tarawih di 2 Masjid Suci di Makkah dan Madinah.
AYO BACA : Mbah Moen Wafat di Makkah
Namun, sang raja menitahkan jumlah jemaah yang masuk juga ikut dibatasi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sebelumnya pada Selasa, Presiden Umum Urusan Masjid Agung dan Masjid Nabi Syekh Dr Abdulrahman Bin Abdulaziz Al-Sudais mengumumkan, Salat Tarawih akan dikurangi menjadi hanya 10 rakaat.
Termasuk doa malam (Al-Qyam) dan menyelesaikan Alquran (Khatm Al-Qur'an) di dua masjid suci ini, hanya akan dihadiri oleh karyawan dan pekerja yang berwenang.
Al-Sudais mengatakan, tujuan pelonggaran dan pengurangan doa-doa ini untuk menerapkan tindakan pencegahan penyebaran virus corona. Awal pekan ini, Dewan Cendekiawan Senior mendesak umat Islam di seluruh dunia berdoa di dalam rumah selama Ramadan jika mereka tinggal di negara-negara yang memberlakukan pembatasan jam malam dan lockdown.
Raja Arab Saudi akhirnya mengizinkan dua masjid suci, yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, digunakan untuk Salat Tarawih selama Ramadan. Namun, menurut Presidensi Dua Masjid Suci tersebut, Raja Salman tetap menangguhkan masuknya jemaah haji ke dua masjid tersebut. Untuk kegiatan Itikaf di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah selama Ramadan mendatang telah ditangguhkan.
AYO BACA : Cegah Penyebaran Covid-19, Mufti Besar Arab Saudi Imbau Salat Tarawih dan Idulfitri di Rumah

Share this article
Raja Arab Saudi Salman Al Saud mengizinkan 2 masjid suci di Makkah dan Madinah menggelar Salat Tarawih pada Ramadan 2020 meski ada wabah corona.