NOVA SCOTIA, AYOJAKARTA.COM - Seorang pria yang memiliki profesi sebagai dokter gigi, Gabriel Wortman (51), menembaki warga di Provinsi Nova Scotia, Kanada. Insiden itu menewaskan 16 orang, dan menjadi peristiwa kriminal terburuk sejak peristiwa penembakan kepada 15 perempuan di Montreal pada Desember 1989.
AYO BACA : Pilkada Serentak Sulit Dilaksanakan Desember
Dialihbahasakan dari The Guardian, Wortman berhasil ditaklukan polisi setempat setelah melakukan aksinya selama 12 jam. Ia menyamar menjadi polisi dengan mengenakan seragam polisi serta mobil yang dia disain mirip mobil poilisi.
AYO BACA : Bikin Geram, Oknum RT Diduga 'Sunat' Bansos Corona Kota Depok
Dalam aksinya, ia memberondongkan senjata api kepada warga. Belum diketahui apa motivasinya. Dalam penghentian insiden, Wortman ditemukan tewas.
Royal Canadian Mounted Police (RCMP) mengungkapkan, salah satu pejabat RCMP yakni veteran Heidi Stevenson, turut menjadi korban dalam insiden tersebut. Kepala RCMP nasional, Brenda Lucki, lantas mengatakan kepada Canadian Broadcasting Corp beberapa bangunan di sekitar lokais kejadian ikut terbakar.
Polisi menyimpulkan, apa yang dilakukan Wortman adalah pembunuhan sadis yang sudah terencana.
AYO BACA : NU dan Muhammadiyah Tolak Tidak Puasa saat Pandemi
Share this article
Dalam aksinya, ia memberondongkan senjata api kepada warga. Belum diketahui apa motivasinya. Dalam penghentian insiden, Wortman ditemukan tewas.