KORAT, AYOJAKARTA.COM - Seorang prajuit Tentara Thailand berpangkat Sersan Mayor, Jakraphanth Thomma (32), melepaskan tembakan secara membabi buta kepada warga sipil di Kota Nakhon Ratchasima yang dikenal Korat, kota yang terletak sekira 250 km dari Bangkok. Kejadian mencekam yang berlangsung selama 17 jam tersbut menewaskan satu anak-anak berusia 13 tahun, 25 warga sipil, dan satu polisi. Alasan ia melakukan penembakan karena ia dicurigai terlibat dalam bisnis properti terlarang.
Dilansir dari The New York Times, insiden tersebut melukai setidaknya 58 orang. Aksi yang dimulai dari Sabtu (8/2/2020) sore pukul 15.30 waktu setempat, berhasil dihentikan pada Minggu (10/2/2020) pagi sekira pukul 09.00 waktu Thailand. Jakraphanth dinyatakan tewas saat dikepung dan ditembak mati di pusat perbelanjaan kota tersebut.
Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha menyebut adanya masalah jual beli rumah yang melibatkan kerabat dari komandan yang dibunuhnya. Masalah tersebut berujung pada pembunuhan yang menjadi tragedi terbesar diawal 2020.
Berikut kronologinya dirangkum dari berbagai sumber:
Sabtu (8/02/2020) sekitar pukul 15.30
Jakraphanth Thomma mendatangi Kamp Militer Suatham Phitak. Pelaku membunuh komandannya, Kolonel Anantharot Krasae (48) dan ibu mertua Anantharot yang berusia 63 tahun, Anong Mitchan. Pelaku juga mencuri senapan serbu HK33 dan amunisi, lalu kabur dengan kendaraan jenis Humvee.
Maish di hari yang sama, pukul 18.00 di Pusat perbelanjaan Terminal 21 Pelaku terlihat mulai melakukan penembakan terhadap orang-orang di dalam mall. Dia juga melakukan postingan di Facebook selama serangan.
Sejam berlalu, pukul 19.20 di lantai empat Terminal 21, Jakraphanth menahan sandera di dalam. Dia memposting video di Facebook, memperlihatkan menetang senjata, dan mengatakan, "Lelah, saya hampir tidak bisa menggerakkan jari saya." Sementara itu, orang-orang yang terperangkap di dalam mall bersembunyi di kamar mandi dan di bawah meja.
Pada pukul 19.55, Wakil juru bicara Kepolisian Kerajaan Thailand Kolonel Krishna Phatthanacharoen mengatakan, lebih dari 10 orang telah tewas. Polisi pun memeriksa sejumlah orang yang menjadi korban. Beberapa membantu orang di dalma mall untuk keluar melarikan diri dari serangan, sambil mengatakan kepada pelaku untuk menyerah. Namun upaya tersebut gagal, hingga dilaporkan ada 16 korban tewas.
Selang beberapa waktu, Facebook mengetahui hal tersebut dan menonaktifkan akun pelaku.
Tengah malam, petugas berhasil mengamankan hingga di lantai 3 mall.
Sekira pukul 03.00 dini hari Minggu (10/2/2020) petugas yang mengevakuasi para korban ikut menjadi sasaran serangan dan tewas. Korban tewas dinyatakan menjadi 16 orang.
Pagi hari keesokan harinya, Minggu (9/2/2020), Komandan Region Kedua AD, Letnan Jenderal Thanya Kiatsarn menyebut pelaku telah berhasil ditembak mati oleh tim yang melakukan pengepungan.
Penyergapan berlangsung selama belasan jam dan dinyatakan usai pada pukul 09.30, Minggu (9/2/2020). Trkonfirmasi jumlah korban tewas 29 orang, dan luka 58 orang.
Share this article
Seorang prajuit Tentara Thailand berpangkat Sersan Mayor, Jakraphanth Thomma (32), melepaskan tembakan secara membabi buta kepada warga sipil di Kota Nakhon Ratchasima yang dikenal Korat, kota yang terletak sekira 250 km dari Bangkok. Kejadian mencekam yang berlangsung selama 17 jam tersbut menewaskan satu anak-anak berusia 13 tahun, 25 warga sipil, dan satu polisi. Alasan ia melakukan penembakan karena ia dicurigai terlibat dalam bisnis properti terlarang. Dilansir dari The New York Times, insiden tersebut melukai setidaknya 58 orang. Aksi yang dimulai dari Sabtu (8/2/2020) sore pukul 15.30 waktu setempat, berhasil dihentikan pada Minggu (10/2/2020) pagi sekira pukul 09.00 waktu Thailand. Jakraphanth dinyatakan tewas saat dikepung dan ditembak mati di pusat perbelanjaan kota tersebut.