AYO BACA : Kekhawatiran Pandemi Corona Picu Kerusuhan Penjara di IranAYO BACA : Steve Kerr Lempar Handuk Putih
ROMA, AYOJAKARTA.COM - Rumah mode produksi baju mewah asal Italia, Giorgio Armani, menghentikan sementara produksinya karena fokus memproduksi alat pelindung diri (APD) di tengah pandemi corona. Rumah mode itu memproduksi baju hamzat sekali pakai untuk tenaga medis, serta telah menyumbangkan uang 2 juta Euro atau setara Rp 35,5 miliar ke beberapa rumah sakit di Italia.
Italia digempur virus corona dan menjadi episentrum penyebaran virus tersebut sejak Februari.
"Kami ingin mendedikasikan keahlian khusus kami dengan memproduksi overall medis sekali pakai. Dengan keterampilan dan dedikasi mereka (para penjahit di rumah mode tersebut), mereka akan memberikan kontribusi nyata untuk menghadapi keadaan darurat terbesar tahun ini," demikian pernyataan rumah mode tersebut.
Dilansir dari laman Business of Fashion, rumah mode tersebut juga telah berkontribusi ke beberapa rumah sakit di Bergamo, Piacenza dan Versilia di wilayah Tuscany, dengan menyumbangkan 2 juta Euro atau setara Rp 35,5 miliar.
Selain Giorgio Armani, tak sedikit desainer yang mendedikasikan diri untuk menyumbangkan keahliannya di saat krisis ini. Di Indonesia, ada Anne Avanti yang menghentikan produksi kebaya mewahnya, dan mempekerjakan para penjahitnya untuk memproduksi APD yang akan disumbangkan ke rumah sakit yang membutuhkan.
Sedangkan dari Hollywood, ada Brandon Maxwell, desainer Lady Gaga, yang turut merancang sejumlah APD yang terdiri atas masker, pakaian, serta barang lainnya.
AYO BACA : Perubahan Selera Musik Pengguna Spotify saat Wabah Corona
Share this article
ROMA, AYOJAKARTA.COM - Rumah mode produksi baju mewah asal Italia, Giorgio Armani, menghentikan sementara produksinya karena fokus memproduksi alat pelindung diri (APD) di tengah pandemi corona. Rumah mode itu memproduksi baju hamzat sekali pakai untuk tenaga medis, serta telah menyumbangkan uang 2 juta Euro atau setara Rp 35,5 miliar ke beberapa rumah sakit di Italia. Italia digempur virus corona dan menjadi episentrum penyebaran virus tersebut sejak Februari.