JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Sedikitnya 94 ribu warga sipil telah pulang ke daerah yang dibebaskan oleh operasi anti teror Turki di Suriah Utara selama 10 hari belakangan ini.
''Pada awal Operasi Perdamaian Musim Semi ada lebih dari 200 yang telah meninggalkan rumah mereka,'' kata Juru Bicara Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) Jens Laerke kepada Kantor Berita Turki Anadolu Agency, seperti dikutip Antara, Sabtu (2/11/2019).
''Sekarang kita menyaksikan pergerakan pulang. Hari ini, ada sebanyak 94.000 orang yang pulang ke berdagai daerah yang sekarang efektif berada di bawah kendali Turki,'' jelas Laerke.
Masih tersisa lebih dari 100 ribu orang yang mengungsi.
''Kita dapat menyaksikan jumlah mereka bertambah. Dan jika kecenderungan itu berlanjut, tentu saja makin banyak orang dalam beberapa hari dan pekan akan pulang ke rumah mereka,'' kata Laerke.
Pada 9 Oktober 2019, tentara Turki melancarkan Operasi Perdamaian Musim Semi di Suriah Utara di sebelah timur Sungai Eufrat untuk mengamankan perbatasan Turki. Serta membantu kepulangan aman pengungsi Suriah dan menjamin keutuhan wilayah Suriah.
Laerke menggambarkan situasi di wilayah itu sebagai kondisi yang dinamis.
Pada 17 Oktober, Ankara setuju bersama Washington untuk menghentikan operasinya guna memungkinkan anggota YPG/PKK untuk mundur dari zona aman yang direncanakan.
Pada 22 Oktober, Ankara dan Moskow mencapai kesepakatan yang menjadi dasar bagi penarikan diri anggota YPG/PKK sampai 30 kilometer (18,6 mil) ke sebelah selatan perbatasan Turki dengan Suriah dalam waktu 150 jam. Dan pasukan keamanan Turki serta Rusia akan melakukan patroli gabungan di sana.
Dalam aksi lebih dari 30 tahun melawan Turki, PKK yang dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa telah bertanggung jawab atas kematian 40 ribu orang termasuk perempuan, anak-anak dan bayi. YPG sendiri adalah cabang PKK di Suriah.

Share this article
Sedikitnya 94 ribu warga sipil telah pulang ke daerah yang dibebaskan oleh operasi anti teror Turki di Suriah Utara selama 10 hari belakangan ini.