JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Militan Negara Islam (IS) pada Kamis (31/10/2019) membenarkan bahwa pemimpin mereka Abu Bakr Al-Baghdadi terbunuh dalam serangan oleh pasukan Amerika Serikat di wilayah timur laut Suriah.
Militan IS pun bersumpah akan membalas perbuatan tentara AS.
Al-Baghdadi yang berasal dari Irak dan menjadi pemimpin kelompok ultra garis keras mendeklrasikan diri sebagai khalifah semua muslim terbunuh dalam penyerbuan yang dilancarkan pasukan khusus AS.
IS yang menguasai sejumlah wilayah Irak dan Suriah pada 2014-2017 sebelum kekhalifahan versi mereka hancur akibat serangan pimpinan AS sebelumnya bungkam soal status kematian Al-Baghdadi.
IS membenarkan kematian Al-Baghdadi melalui rekaman audio yang diunggah secara daring. Mereka juga mengatakan seseorang bernama Abu Ibrahim al-Hashemi al-Quraishi telah ditunjuk untuk menggantikan posisi Al-Baghdadi.
Aymenn at-Tamimi, pengamat di Universitas Swansea yang memusatkan perhatian pada IS menyatakan nama itu tak dikenal namun dapat merujuk pada tokoh terkemuka IS yang kerap dipanggil Hajj Abdullah. Dia pun diidentifikasi oleh Departemen Luar Negeri AS sebagai kemungkinan pengganti Al-Baghdadi.
''Waspadalah (melawan) negara mereka dan saudara-saudara mereka yang kafir dan murtad dan menjalankan wasiat komandan yang taat dalam pesan audio terakhirnya. Dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dengan darah orang musyrik,'' kata juru bicara IS Abu Hamza al-Qurayshi menyinggung AS dalam rekaman tersebut.
Seperti diberitakan Reuters, pengamat mengatakan bahwa kematian Al-Baghdadi dimungkinkan membuat IS terpecah. Dengan membiarkan siapapun muncul sebagai pemimpin baru dengan tugas menarik kembali kelompok itu sebagai pasukan tempur.

Share this article
Militan Negara Islam (IS) pada Kamis (31/10/2019) membenarkan bahwa pemimpin mereka Abu Bakr Al-Baghdadi terbunuh dalam serangan oleh pasukan Amerika Serikat di wilayah timur laut Suriah.