JAKARTA, AYOJAKARTA.COM. -- DKI Jakarta kembali masuk tiga besar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia, dari pantauan aplikasi AirVisual, Kamis (19/9/2019).
Ketika redaksi memantau AirVisual pukul 07.00 WIB, kualitas udara Jakarta terdata pada angka 167 berdasarkan AQI (indeks kualitas udara), alias berstatus udara tidak sehat.
Peringkat tersebut setara dengan nilai polutan sebesar 85,8 mikrogram/meter kubik dengan perimeter PM 2.5.
Kota di urutan pertama dengan kualitas udara terburuk ada Kuching, Malaysia dengan angka 271 berdasarkan AQI atau setara dengan PM2.5 sebesar 221,2 mikorgram/meter kubik. Di AirVisual, Kuching mendapatkan kode ungu atau berstatus sangat tidak sehat.
Status sangat tidak sehat yang didapatkan Kuching disebabkan salah satunya oleh kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan, yang menyebabkan kualitas udara di negara tetangga memburuk.
Beberapa waktu lalu diberitakan bahwa ada tiga negara bagian Malaysia yang terkena imbas buruk karhutla di wilayah Indonesia. Terkait itu, pemerintah Malaysia memutuskan untuk meliburkan semua siswa di sekitar 500 sekolah demi keselamatan dan kesehatan fisik mereka.
Selain Kuching, kota di negara tetangga yang terkena dampak buruk karhutla di Sumatera dan Kalimatan adalah Kuala Lumpur di Malaysia (153) dan Singapura (152). Kedua kota tersebut menempati peringkat enam dan tujuh dalam 10 besar kota dengan kualitas terburuk di dunia.
Pada Senin lalu, Kuala Lumpur sempat duduk di peringkat empat terburuk berdasar pantauan AirVisual. Di siang pada hari yang sama, lima wilayah di Malaysia dalam kategori kualitas udara sangat tidak sehat yaitu Johan Setia, Putrajaya, Kuching, Samarahan dan Sri Aman.

Share this article
Status sangat tidak sehat yang didapatkan Kuching disebabkan salah satunya oleh kebakaran hutan dan lahan.