AYOJAKARTA.COM – Objek Terbang Asing alias Unidentified Flying Object atau UFO, bagi sebagian kalangan masyarakat tidak lain hanya merupakan cerita mitologi ilmiah.
Lahir dari fantasi yang dikemas dengan pendekatan sains, keberadaan Unidentified Flying Object atau UFO lebih dianggap sebagai isapan jempol belaka.
Selain sering dianggap hanya sebuah karangan fiksi, Unidentified Flying Object atau UFO juga oleh sejumlah kalangan dianggap tabu untuk dibicarakan.
Baca Juga: Jaga Bumi, BRI Dorong Praktik Operasional Ramah Lingkungan
Namun beragam kultus negatif tentang keberadaan UFO yang sering menjadi bahan perdebatan, kini mulai menyimpan sebongkah keraguan hingga menetaskan pertanyaan.
Hal tersebut terjadi setelah seorang Pilot asal Indonesia yang bekerja di salah satu maskapai asing, mendapati pengalaman menakjubkan.
Bertolak dari Murtala Muhammed International Airport di Lagos, Nigeria, Kapten Rudi Pangemanan berangkat menuju Madinah pada sore hari.
Terbang mengangkasa dengan membawa sekitar 560 calon jemaah haji, Rudi mengaku cuaca sore itu terasa lebih dingin sehingga membuatnya sedikit mengantuk.
Baca Juga: Menyimak Pelajaran Idul Adha yang Terlupakan, Mengapa Setiap Cobaan Justru Membawa Berkah?
Meski kedua kelopak matanya terasa kurang kompak, Rudi mengaku tetap berusaha untuk menerbangkan pesawat seperti biasa.
Usai melaksanakan sholat Isya di kokpit, rasa kantuk yang sempat dirasakan Kapten Rudi sejak lepas landas terasa semakin menggodanya untuk tertidur pulas.
Saat melintas di langit Gurun Sahara, pandangan mata Kapten Rudi seketika terbelalak saat melihat benda bercahaya di angkasa yang dianggapnya tidak biasa.
Berjumlah sebanyak Tujuh objek asing, Kapten Rudi dan Co Pilot-nya berusaha untuk mengidentifikasi benda bercahaya terang yang tertangkap jelas oleh mata.
Melalui pola gerak dan kecerahan cahaya serta formasi terbang, Kapten Rudi yakin benda asing tersebut bukan drone, pesawat terbang, satelite ataupun bintang.
“Kami bingung itu apa, di radar saya tidak ada, saya tanya ke Ground Controller mereka juga tidak melihat,” ungkapnya saat dimintai keterangan.
Kendati sempat diselimuti dengan rasa penasaran dan kuatir, Kapten Rudi dan Co-Pilot justru merasa takjub dengan cara benda asing di hadapannya bergerak.
Seperti sedang sengaja bermanuver, Kapten Rudi menyaksikan benda bercahaya di depan moncong pesawatnya menari-nari hingga rasa kantuk di matanya sirna.
Baca Juga: 10 Ucapan Idul Adha Mengandung Makna Keikhlasan dan Pengorbanan: Selamat Hari Raya Idul Adha
Seiring penampakan benda asing yang masih menyisakan pertanyaan, Kapten Rudi mengaku tidak mengalami gangguan apapun pada mesin dan komunikasi.
Rasa kantuk yang semula berusaha mendera mata, menurut pengakuan Kapten Rudi justru berubah menjadi ketakjuban sehingga berhasil mendarat sesuai jadwal.
“Mereka menghibur perjalanan saya yang sedikit mengantuk karena terbang malam,” pungkasnya seperti dikutip Ayojakarta dari kanal Youtube tvOneNews. ***

Share this article
Pilot Indonesia melihat 7 objek bercahaya misterius saat terbang di atas Gurun Sahara; diduga bukan pesawat, drone, atau satelit.