AYOJAKARTA.COM - Pemerintah China membuat rencana yang terbilang aneh dan terkesan sinis kepada Islam.
Bagaimana tidak, pemerintah berencana memodifikasi Islam agar sesuai dengan budaya China.
Sekelompok pemerintah dan akademisi China bertemu di Urumqi untuk membahas bagaimana Xinjiang berencana untuk menerapkan pandangan yang lebih sinis kepada Islam.
Baca Juga: 7 Tips Cara Mendapatkan Harga Tiket Pesawat Murah, Dijamin Hemat Cuan
“Para pejabat tersebut tidak mengungkit situs-situs keagamaan yang telah dihancurkan oleh Tiongkok, atau buku-buku Islam yang telah dibakar oleh Tiongkok, atau orang-orang Uighur yang telah “dididik ulang” di kamp konsentrasi untuk mendapatkan petunjuk tentang keyakinan Islam,” dikutip dari Radio Free Asia, Jumat (22/9/2023) lalu.
Rencana tersebut bukanlah dengan cara melenyapkan website-website Islam maupun membakar Al-Qur'an dan buku-buku Islam.
Melainkan pemerintah dan para akademisi ingin menggabungkan ajaran Islam deng Konfusianisme.
Karena mereka berpendapat bahwa Islam di China memperlukan banyak rekayasa.
“Mensinisasi Islam di Xinjiang harus mencerminkan aturan sejarah tentang bagaimana masyarakat berkembang, melalui konsolidasi kekuatan politik, pengamanan masyarakat, dan konstruksi budaya,” kata Wang Zhen, seorang profesor di Central Institute of Socialism Tiongkok, yang merupakan sponsor acara tersebut.
Dimana lembaga tersebut adalah sebuah kelompok yang mengendalikan urusan agama di negara China.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, pemerintah China akan membuat Al-Qur'an berbahasa mandarin dan memberi penjelasan tentang apa itu "Spirit of The Times".
Bukan rahasia lagi bahwa Partai Komunis China (PKC) melihat agama sabagai ancaman untuk kekuasaannya.
Sebagai informasi sudah lebih dari 10 tahun Partai Komunis China (PKC) sering menganiaya muslim Uighur.
Akan tetapi, setelah dilabeli sebagai tindak genosida oleh Amerika Serikat, PKC mulai menghentikan praktik Islam yang tidak diawasi secara langsung.
Baca Juga: Kaesang Pangarep Jadi Ketum PSI, KPU Ingatkan untuk Daftar Kepengurusan Baru ke Kemenkumham
PKC sendiri berencana membuat versi baru dari Islam dengan harapan dapat mengikat lebih erat umat Muslim di China agar lebih dekat dengan negara.
Secara tidak langsung hal ini bertujuan untuk memberikan pengawasan yang lebih kepada agama Islam.
Dimana para pemerintah dan akademisi di China mengininkan Islam berada di bawah kendalinya.***

Share this article
Pemerintah China disebut berencana mengubah AlQuran versi mandarin atau china, benarkah bentuk sinis kepada Islam?