AYOJAKARTA.COM – Kabar duka datang dari luar negeri yakni negara Turki dan Suriah.
Pada Senin, (6/2/23) kemarin negara Turki dan Suriah diguncang gempa dahsyat dengan kekuatan 7,8 magnitudo.
Gempa dengan kekuatan 7,8 magnitudo tersebut diketahui memiliki kedalaman 17 kilometer.
Baca Juga: Respon Singkat Sandiaga Uno Saat Ditanya Terkait Utang 50 Miliar Anies Baswedan: Saya...
Dimana dengan kedalaman tersebut dapat diartikan cukup dangkal sehingga dampak gempa dirasakan cukup besar di permukaan.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Tv One News dan Suara.com pada (7/2/23), salah seorang WNI bernama Bunga Djamal Partal yang saat ini berada di Istanbul menuturkan kondisi terkini negara tersebut.
Saat dihubungi oleh Tvone, Bunga Djamal Partal menuturkan jika saat ini kondisi di lokasi gempa sama persis seperti yang diberitakan oleh media.
Baca Juga: Mantap Mempersunting Nikita Mirzani, Antonio Dedola Resmi Menjadi Seorang Mualaf dan Disunat
“Kondisi kalau di Istanbul sendiri alhamdulillah aman untuk saat ini tetapi seperti yang diberitakan dimana-mana kalau di bagian selatan Turki porak poranda ya karena gempanya 7,8 skala richter dan 9 jam kemudian setelah gempa pertama, gempa susulan dengan skala yang sama menghantam kota Kahramanmaras,” jelas Bunga.
WNI yang tengah berada di Istanbul tersebut juga menuturkan jika korban meninggal dunia akibat gempa berkekuatan besar tersebut mencapai ribuan.
“Dan pada saat ini seperti yang diberitakan di TV jumlah korban meninggal dunia sudah mencapai 2739 dan sekitar 14 ribu jiwa lebih luka-luka dan pastinya masih lebih banyak karena proses evakuasi sendiri saat ini sangat sulit,” tutur Bunga Djamal Partal.
Baca Juga: Heboh! Lakukan Manuver, Ganjar Pranowo Resmi Dipecat dari PDIP, Benarkah? Cek Faktanya Berikut Ini
Tak hanya itu, Bunga Djamal Partal menuturkan sulitnya evakuasi para korban gempa juga disebabkan oleh faktor cuaca.
Diinformasikan oleh Bunga jika cuaca di Turki saat ini tengah memasuki winter atau musim dingin.
Bahkan cuaca dingin di wilayah Turki tersebut mencapai minus 3 derajat celcius serta ada salju.
“Cuaca dingin karena winter ya sekarang dan salju jadi sekitar minus 3 derajat celcius mungkin sekarang cuaca di luar. Jadi sangat-sangat luar biasa dahsyat gempanya bikin kita semua yang tinggal di sini tuh gak bisa tidur bener-bener ngeri karena di sini kan rata-rata apartemen ya jadi yak kolaps itu kan gedung apartemen yang ditinggali oleh penduduk,” ujar Bunga Djamal Partal saat menjelaskan kondisi di sana pasca gempa tersebut.
Baca Juga: HEBOH! Disebut Ijazah Kuliahnya Palsu, Gibran Rakabuming Raka: Salah Saya Apa ya Pak?
Bunga juga menceritakan betapa mengerikannya gempa dengan kekuatan 7,8 magnitudo tersebut mengguncang dengan durasi lebih dari 1 menit.
“Bisa dibayangkan gempa yang terjadi pertama kali pada pukul 4.17 pagi kemarin berdurasi lebih dari 1 menit berkekuatan 7,8 magnitudo. Dengan kekuatan sebesar itu pasti gedungnya akan hancur dan kita semua disini bener-bener cuma bisa berdoa karena kita gak ada yang tahu kapan giliran kita kena juga di sini atagfirullahaladzim jangan sampai,” kata Bunga saat dihubungi Tv One News.
WNI yang tengah berada di Turki tersebut juga menginformasikan jika kondisi di lokasi terdampak gempa paling parah sangat memprihatinkan.
Diketahui seluruh akses seperti listrik, air, dan komunikasi sempat mati, selain itu dari pihak KBRI juga belum ada update terbaru sehingga kondisi WNI lain yang berada di daerah tersebut belum banyak diketahui.
Baca Juga: Pesawat Susi Air Terbakar di Bandara Paro Nduga Papua, Kondisi Pilot Belum Diketahui
“Jadi di daerah Kahramanmaras listrik sempet mati, dan internet mati, jadi semua mati, susah dihubungin dan dingin banget kan jadi situasinya bener-bener kacau banget. Dan ada beberapa WNI yang sampai ngungsi di daerah pabrik cuma belum jelas persis di pabrik sebelah mana karena memang keterbatasan internet yang memang mati sekarang,” jelas Bunga.
“Dari KBRI belum ada update sama sekali jadi kita benar-benar masih blank bagaimana nasib teman-teman kita yang terkena dampak di daerah paling parah dari gempa ini,” imbuhnya.***

Share this article
Salah seorang WNI bernama Bunga Djamal Partal yang saat ini berada di Istanbul menuturkan kondisi terkini negara Tukri saat evakuasi korban.