TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menurunkan sebanyak 60 personel Satpol PP Jakarta Barat untuk membantu pengamanan saat aksi unjuk rasa di dua lokasi di Jakarta Pusat.
Kepala Seksi PPNS dan Penindakan Satpol PP Jakarta Barat, Ivand Sigiro, mengatakan para personel tersebut disiagakan di dua lokasi yakni kolong rel dekat Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) dan Stasiun Gambir Jalan Medan Merdeka Selatan.
"Kami kerahkan 60 personel untuk membantu pengamanan di dua lokasi tersebut," kata Ivand, dilansir dari beritajakarta.id, Selasa (20/10/2020).
Dia menjelaskan, dalam melakukan pengamanan, para personel ini akan bergabung dengan personel TNI/Polri dan unsur terkait lainnya. Pihaknya juga akan melakukan penyekatan agar para pedagang kaki lima (PKL) tidak bergabung dengan pendemo.
AYO BACA : Ada Demo Aliansi BEM SI di Sekitar Monas, Ini Modifikasi 4 Rute Transjakarta
"Petugas berjaga sejak pagi hingga aksi ini selesai," pungkasnya.
Sebelumnya, kumpulan mahasiswa dari berbagai kampus kembali melancarkan aksinya untuk melakukan unjuk rasa sebagai rentetan dari demo minggu lalu terkait pengesahan UU Cipta Kerja.
Koordinator Aliansi BEM SI, Remy Hastian mengemukakan, setidaknya akan ada 5 ribu mahasiswa dari seluruh Indonesia yang akan melakukan aksi demonstrasi di Istana Negara siang ini, Selasa (20/10/2020).
Remy mengatakan, demo kali ini menjadi kritik paling keras kepada Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) lantaran kurang mendengar aspirasi masyarakat. Aksi kali ini menuntut Jokowi membatalkan UU Cipta Kerja. Remy juga menyayangkan Jokowi menantang masyarakat untuk mengajukan judicial review UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK).
AYO BACA : Musim Hujan, Sudin Bina Marga Jakarta Selatan Pastikan 7 Pompa Underpass Berfungsi Baik
"Sebelumnya Presiden telah meminta MK untuk mendukung UU Cipta Kerja serta revisi terhadap UU MK, hal tersebut memberikan kesan bahwa melakukan judicial review bukan merupakan cara yang efektif," tegasnya.
Demonstrasi ini juga bertepatan dengan satu tahun kerja Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin memimpin bangsa Indonesia. BEM SI mengecam tindakan pemerintah yang berusaha mengintervensi gerakan dan suara rakyat yang menolak UU Cipta Kerja.
"Juga mengecam berbagai tindakan represif aparatur negara terhadap seluruh massa aksi," tegasnya.
Meski begitu, Remy tetap meminta seluruh massa aksi untuk membekali diri dengan masker, face shield, hand sanitizer, dan obat-obatan pribadi mengingat demonstrasi akan dilakukan saat pandemi covid-19.
foto: Satpol PP Jakarta Barat / beritajakarta.id
AYO BACA : Proyek Pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) Dijanjikan Rampung Akhir 2021

Share this article
Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menurunkan sebanyak 60 personel Satpol PP Jakarta Barat untuk membantu pengamanan saat aksi unjuk rasa di dua lokasi di Jakarta Pusat.