GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Sebagai pusat pemerintahan, Ibu kota Jakarta menjadi salah satu wilayah paling sering didatangi warga negara asing (WNA) untuk melakukan berbagai urusan. Itu membuatnya khawatir akan kemunculan baru strain corona yang sudah dulu muncul di wilayah Eropa.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, jika hal itu terbukti ada di Jakarta, maka kondisi di ibu kota ke depannya akan semakin berat.
Riza menilai varian baru ini menjadi tantangan tersendiri untuk dihadapi. Dengan demikian maka perlu langkah antisipasi tersendiri untuk mengatasinya
"Ke depan adalah hari-hari yang semakin berat ada varian baru Covid-19," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/1/2021).
AYO BACA : Alasan Vaksin Anti-Covid-19 Didistribusikan Meski Izin Penggunaan Darurat Belum Keluar
Salah satu upaya yang akan dilakukan untuk mencegah masuknya varian baru Covid-19 ini adalah dengan memantau tempat kedatangan orang luar negeri seperti bandara. Namun hal ini disebutnya bukan pekerjaan yang mudah.
"Karena Jakarta ini sebagai Ibu Kota, transitnya di Jakarta dari daerah Sumatera ke Timur lewat Jakarta dan sebaliknya dari luar negeri ke dalam negeri dari dalam negeri ke luar negeri lewat Jakarta," jelasnya.
Apalagi, kata Riza, Jakarta selain ibu kota juga menjadi pusat bisnis Indonesia. Karena itu jumlah kedatangan dan kepergian orang dari dan ke luar Indonesia cukup banyak setiap harinya.
"Pusat pemerintahan di Jakarta semua orang yang terbiasa paling banyak ke luar negeri, keluar daerah ya, Jakarta paling banyak. Sehingga Jakarta tentu interaksinya meningkat dan pada akhirnya dapat mengakibatkan potensi penyebaran," pungkasnya.

Share this article
"Ke depan adalah hari-hari yang semakin berat ada varian baru Covid-19," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/1/2021).