GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Banyaknya aksi massa dalam demonstrasi yang menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja bisa menyebabkan penularan virus corona yang pesat. Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengatakan, DKI Jakarta harus siap menarik rem darurat kembali.
"Kemarin ada demo besar, salah satunya di Jakarta. Jadi, dua atau tiga pekan lagi Jakarta mungkin harus siap tarik rem darurat lagi," ujar dia kepada Republika.co.id - jaringan Ayojakarta, Selasa (13/10/2020).
AYO BACA : Antisipasi Kemacetan Jalan Raya, KAI Atur Operasional Kereta dari Gambir
Dia menambahkan, beberapa orang dari demonstran tolak UU Omnibus Law kemarin juga ada yang dinyatakan positif Covid-19. Sehingga, penyebaran wabah Covid-19 dimungkinkan sangat besar kedepannya jika tidak dilakukan pelacakan lebih jauh.
"Kita lihat ada puluhan ribu demonstran, ada beberapa yang terinfeksi dan dalam demo itu juga banyak yang teriak-teriak protes atau nyanyi," kata dia.
AYO BACA : Kritik Pengelola Bioskop Karena Hanya Buka dengan Kapasitas 25 Persen
Dalam kesempatan itu, kata dia, virus Covid-19 sangat mungkin tersebar dan menginfeksi lebih banyak massa. Alhasil, penularan ke berbagai tempat dari klaster demonstrasi amat sangat mungkin terjadi.
"Kemungkinan DKI Jakarta untuk injak rem lagi mestinya cukup besar," tambah dia.
Ia menegaskan, berdasarkan teori epidemiologi ataupun teori kesehatan lainnya, sangat mungkin risiko bisa semakin jauh. Utamanya, dari berkumpulnya puluhan ribu massa itu.
AYO BACA : JAKARTA PSBB TRANSISI: Aturan Buku Tamu Pemprov DKI Dinilai Epidemiolog Tidak Efektif

Share this article
"Kita lihat ada puluhan ribu demonstran, ada beberapa yang terinfeksi dan dalam demo itu juga banyak yang teriak-teriak protes atau nyanyi," kata dia.