GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta akan kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara ketat seperti pada awal pandemi Covid-19. Hal ini terjadi setelah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memutuskan menarik rem darurat mengingat tingginya kasus Covid-19.
Anies mengungkapkan alasannya menarik rem darurat berdasarkan sejumlah pertimbangan. Salah satunya adalah ketersediaan tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU di rumah sakit rujukan.
AYO BACA : GUBERNUR ANIES TARIK REM DARURAT: Ini Alasan Pemprov Balik ke PSBB Awal
Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, tempat tidur isolasi berjumlah 4.053 diprediksi akan penuh pada 17 September mendatang. Setelah tanggal tersebut, kemungkinan pasien Covid-19 tidak akan bisa ditampung. Sementara Pemprov DKI baru bisa menambah kapasitas tempat tidur berjumlah 4087 pada 8 Oktober mendatang.
"Bila situasi ini berjalan terus, data yang kami miliki bisa jadi proyeksi, tanggal 17 september tempat tidur isolasi yang kita miliki akan penuh, dan sesudah itu tidak mampu menampung pasien covid-19 lagi. Ini waktunya tinggal sebentar," jelas Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9/2020).
AYO BACA : ANIES TARIK REM DARURAT: Sekarang Lebih Darurat Berat Ketimbang Awal Pandemi!
Kemudian, ketersediaan tempat tidur ICU di rumah sakit rujukan sebanyak 528 juga diprediksi akan penuh pada 15 September. Sementara Pemprov DKI baru mampu menambah kapasitas tempat tidur ICU sebanyak 636 pada 8 Oktober 2020.
Menurut Anies, untuk menambah kapasitas tempat tidur isolasi maupun ICU harus dibarengi dengan kenaikan jumlah dokter, perawat, alat medis, obat, dan pendukung lainnya. Selain itu, pembatasan aktivitas juga perlu dilakukan agar pasien tidak membludak di rumah sakit.
"Jadi, menaikan kapasitas tempat tidur itu bila tidak disertai pembatasan penularan secara ketat seperti sekarang ini maka tempat tidur itu akan penuh di pekan kedua oktober. Jadi saya ingin garisbawahi di sini," ujarnya.
AYO BACA : PSBB DKI JAKARTA: Ini Beberapa Poin Penting Yang Disampaikan Gubernur Anies Baswedan

Share this article
"Bila situasi ini berjalan terus, data yang kami miliki bisa jadi proyeksi, tanggal 17 september tempat tidur isolasi yang kita miliki akan penuh, dan sesudah itu tidak mampu menampung pasien covid-19 lagi. Ini waktunya tinggal sebentar," jelas Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9/2020).