GALUR, AYOJAKARTA.COM – Fasilitas akses internet gratis alias Jak Wifi yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan dampak yang cukup signifikan bagi masyarakat ibu kota. Semenjak didistribusikan, kini masyarakat tidak lagi memusingkan anggaran pengeluaran hanya untuk membeli paket data.
Mereka yang biasa mengeluarkan Rp 500 ribu per bulan hanya untuk membeli paket data. Kini semenjak ada Jak Wifi, anggaran itu bisa dipakai untuk kebutuhan lainnya. Hal ini diungkapkan oleh Nur Fitri, warga RT 05/02, Kelurahan Galur, Senen, Jakarta Pusat.
Sebelum adanya Jak Wifi di kantor sekretariat RW 02, Nur harus merogoh kocek hingga Rp 500 ribu untuk membeli kuota internet agar ketiga anaknya bisa mengikuti pembelajaran jarak jauh atau sekolah secara daring.
AYO BACA : Demi Kestabilan PJJ, Jakarta Selatan Kini Punya 1.415 Titik Wifi Gratis
"Sebulan bisa habis Rp 500 ribu untuk tiga anak saya. Dua anak yang kembar kelas dua SMP dan kakaknya kelas tiga SMA," jelas Nur yang merupakan pekerja serabutan ini, dilansir dari beritajakarta.id, Selasa (01/9/2020).
Pemenuhan kebutuhan kuota internet menjadi sangat berat untuk masyarakat khususnya di tengah pandemi Covid-19. Nur bercerita, bahkan suaminya sedang menganggur karena terdampak pandemi Covid-19.
"Penghasilan juga tidak menentu. Dengan adanya internet gratis ini, Alhamdulillah sekali sangat membantu," ucapnya.
AYO BACA : Cek Daftar Lokasi Jak Wifi di Jakarta Pusat, Ada 1.953 Titik
Senada dengan Nur Fitri, keadaan serupa juga dirasakan oleh Siti Junariah, warga RT 03/01 Kelurahan Galur. Siti mengatakan keberadaan Jak Wifi ini sangat mengurangi beban keluarganya dalam membeli kuota internet. Sebab, dalam seminggu dia harus menganggarkan sekitar Rp 50 ribu untuk membeli kuota internet bagi kedua anaknya.
"Pandemi gini penghasilan menurun. Tapi beban malah tambah. Alhamdulillah sejak diumumkannya ada internet gratis, saya langsung suruh anak saya untuk manfaatkan internet gratis ini," ujar Siti yang merupakan seorang pedagang makanan.
Seperti yang diketahui, Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, meluncurkan program Jak Wifi untuk menjawab permasalahan dari proses pembelajaran jarak jauh karena pandemi Covid-19. Permasalahan mayoritas anak-anak didik di Jakarta dan di seluruh Indonesia adalah selain memahami pembelajaran jarak jauh, mereka juga mengalami masalah untuk membeli kuota internet yang cukup mahal.
Program Jak Wifi mulai diresmikan pada Jumat, 27 Agustus 2020 lalu. Di hari pertama diresmikan, Jak Wifi sudah mulai didistribusikan ke lima wilayah kota dan satu wilayah kabupaten di DKI Jakarta. Hingga kini, sudah ribuan titik akses Jak Wifi yang telah dinikmati oleh masyarakat DKI Jakarta.
AYO BACA : Cerita Siswa di Jakpus Dapat Akses Jak Wifi Dari Pemprov DKI

Share this article
Mereka yang biasa mengeluarkan Rp 500 ribu per bulan hanya untuk membeli paket data. Kini semenjak ada Jak Wifi, anggaran itu bisa dipakai untuk kebutuhan lainnya. Hal ini diungkapkan oleh Nur Fitri, warga RT 05/02, Kelurahan Galur, Senen, Jakarta Pusat.