TEBET, AYOJAKARTA.COM -- PT MRT Jakarta mulai melakukan pembangunan transportasi umum jenis MRT pada fase II sejak akhir Juli 2020. Menurut rencana, pembangunan MRT fase II terdiri dari dua paket proyek.
Fase 2A mencakup jalur dari kawasan Hotel Indonesia (HI) sampai Kota dan Fase 2B dari Kota hingga Ancol Barat.
PT MRT menegaskan bahwa proses pembangunan pada fase II kali ini dilakukan secara profesional dan terstruktur. Hari ini, Selasa (11/8/2020), PT MRT memperlihatkan cara penggalian tanah untuk memindahkan pohon ke sisi Jalan MH Thamrin arah Monas yang nantinya dijadikan jalan.
Komisaris Utama PT MRT Jakarta, Muhammad Syaugi, membeberkan bahwa semua yang dilakukan PT. MRT Jakarta dalam membangun proyek MRT Fase II dilakukan secara transparan realistis, dan memperhatikan lingkungan sekitar.
AYO BACA : Pemprov DKI Perkuat Peran Etnis Tionghoa dalam Pembangunan Jakarta
"Ini bukti keseriusan PT MRT Jakarta untuk melestarikan lingkungan. Kemudian apabila ada yang terdampak bagaimana mekanisme penggantiannya sudah dilakukan sesuai prosedur, hati-hati dan profesional," tuturnya dilansir dari beritajakarta.id, Selasa (11/8/2020).
Pihaknya juga sempat memperlihatkan master plan pengerjaan Stasiun Monas yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan penghijauan.
Sedangkan di tempat yang sama, Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, menunjukkan proses pemindahan dan penanaman pohon dari sisi barat ke sisi selatan Monas.
"Di sini titik depan Sari Pan Pacific akan ada pelebaran jalan. Sebab kita akan mulai pengeboran di sisi tengah jalan yang kemudian akan disambungkan ke stasiun Hotel Indonesia. Kami sudah buat boks-nya di kawasan tersebut," ujar William.
AYO BACA : HUT ke-75 RI, Ancol Tebar Promo Tiket Masuk, Simak Caranya!
Hal serupa juga dikatakan oleh Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim. Dia mengatakan pihaknya menjamin akan mengganti dan merelokasi pohon-pohon yang terdampak proyek pembangunan MRT Fase II.
Menurutnya, pohon-pohon tersebut akan diganti dan dipindah ke lokasi yang telah ditentukan. Setidaknya ada 815 pohon yang terdampak, dimana 235 pohon terdampak pembangunan Stasiun Thamrin dan 580 lainnya untuk pembangunan Stasiun Monas.
"Untuk pembangunan Stasiun Thamrin total ada 235 pohon yang bakal terdampak. Dari jumlah tersebut, 171 pohon akan diganti dan 64 pohon akan direlokasi," ujar Silvia saat menggelar konferensi pers di Gedung Wisma Nusantara, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2020).
Sedangkan untuk pembangunan Stasiun Monas total ada 580 pohon yang terdampak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 430 pohon akan diganti dan 150 akan direlokasi atau dipindah.
Usaha tersebut diketahui sudah mendapat restu dari Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Suzi Marsitawati. Suzi mengapresiasi langkah PT MRT Jakarta dalam menangani pohon-pohon yang terdampak proyek pembangunan MRT Fase II.
"Keseriusan PT MRT Jakarta dalam membangun dan melestarikan lingkungan ini sangat bagus. Kami mendukung semua langkah yang dilakukan tentunya sambil tetap melakukan pengawasan," jelas Suzi.
AYO BACA : Pemprov DKI Jakarta Tutup Sementara 44 Perusahaan Akibat Adanya Kasus Covid-19
.jpg)
Share this article
PT MRT Jakarta mulai melakukan pembangunan transportasi umum jenis MRT pada fase II sejak akhir Juli 2020.