KENARI, AYOJAKARTA.COM - Kelurahan Kenari di Jakarta Pusat sempat menjadi perhatian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lantaran menjadi kelurahan rawan penularan Covid-19. Namun, sejak diterapkan program wilayah pengendalian ketat (WPK), kini kasus tersebut hanya ada 3 orang yang masih aktif sebagai pasien positif Covid-19.
Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara mengatakan, sebelum menerapkan WPK, wilayah tersebut memiliki 125 pasien positif Covid-19.
"Tadinya masuk zona merah, tetapi setelah ikut program WPK, kini menunjukkan progres yang baik," kata Bayu saat ditemui usai rapat pimpinan di Gedung Wali Kota Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2020).
Meski demikian, dalam situs corona.jakarta.go.id hingga Selasa (21/7/2020) pukul 13.30 WIB RW 004 Kelurahan Kenari masih termasuk dalam zona rawan Covid-19. Untuk memastikan kasus-kasus Covid-19 itu cepat terkendali oleh pemerintah, WPK masih tetap diberlakukan di kawasan Kenari.
AYO BACA : Hanya 1 Kelurahan Zona Hijau, Kota Depok Tegaskan Tak Ada Pelonggaran PSBB
Beberapa hal yang diterapkan di WPK antara lain pemberlakuan sistem satu pintu atau one gate system sebagai akses keluar masuk, hingga pengecekan suhu tubuh bagi setiap warga yang keluar atau pun masuk ke lingkungan WPK. Kelurahan Kenari merupakan wilayah yang memiliki laju infeksi untuk kasus Covid-19 atau incidence rate (IR) paling tinggi di Provinsi DKI Jakarta.
Dalam situs resmi terkait penanganan Covid-19 milik Provinsi DKI Jakarta tercantum bahwa hingga Kamis (25/6/2020), IR di Kelurahan Kenari mencapai 956,5. Berkaca dari data tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat pertama kali mengumumkan perpanjangan PSBB transisi fase I, Rabu (1/7/2020), menyebutkan bahwa Kelurahan Kenari memerlukan perhatian khusus akibat masih tingginya laju infeksi Covid-19.
Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal Covid-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp: 081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119.
Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.
Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.
AYO BACA : Zona Hijau Corona Indonesia Menurun

Share this article
Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara mengatakan, sebelum menerapkan WPK, wilayah tersebut memiliki 125 pasien positif Covid-19.