JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Wabah Covid-19 mengubah pola hidup masyarakat. Ada nilai-nilai baru yang harus diikuti sebagai bentuk penyesuaian terhadap wabah penyakit yang melanda dunia ini.
Sosiolog Universitas Indonesia, Daisy Indira Yasmine mengungkapkan, masyarakat Indonesia tengah dihadapkan dengan pertarungan kultural antara new normal dengan habitus atau kebiasaan yang sudah melekat selama ini. Di bulan Ramadan, katanya, banyak kebiasan masyarakat yang tidak bisa dilakukan lantaran adanya wabah Covid-19.
"Momen Ramadan hingga Lebaran di masa pandemik adalah ujian bagi masyarakat Indonesia. Misalnya momen mudik, buka puasa bersama, atau silaturahmi saat lebaran, itu sulit dilakukan karena adanya pandemik ini," ungkapnya saat dihubungi Ayojakarta, Rabu (20/5/2020).
Lebih lanjut dia menerangkan, momen Idulfitri di tengah pandemi tentu akan sangat berbeda. Dalam hal silaturahmi misalnya, akan ada perubahan cara berinteraksi.
"Banyak yang akan Lebaran secara virtual. Ada perubahan tradisi dari yang biasanya saling mengunjungi untuk silaturahmi, digantikan dengan video call," katanya.
AYO BACA : Pemkot Cirebon Mulai Kenalkan, 'A New Normal Life'
Dia menambahkan, akan ada masyarakat yang sulit meninggalkan habitus atau kebiasaan saat Lebaran nanti. Namun, menurutnya, banyak juga yang menerima adanya perubahan pola kebiasaan dengan alasan kesehatan.
"Saya tidak menutup kemungkinan masih ada masyarakat yang susah meninggalkan habitus atau kebiasaan lebaran. Intinya tidak semua masyarakat mampu kompromis terhadap anjuran anjuran pemerintah," kata Daisy.
Imbauan Presiden Jokowi Menghadapi The New Normal
<iframe width="100%" height="400" src="https://www.youtube.com/embed/YMNQKyEwCuQ" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
AYO BACA : Konsep The New Normal Harus Mendarah Daging

Share this article
Indonesia tengah dihadapkan dengan pertarungan kultural antara new normal dengan habitus