JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Berita adanya sejumlah orang yang menggelandang di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, akibat kehilangan pekerjaan, ditindaklanjuti oleh pihak Kecamatan Tanah Abang.
Sejak beberapa hari terakhir, ada pemandangan sejumlah orang duduk-duduk atau tidur di sepanjang pinggir Jalan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mereka duduk berkelompok dan berpakaian lusuh.
Ketika disambangi Suara.com, mereka mengaku sebagai warga yang kehilangan pekerjaan. Salah satu di antaranya mengaku bernama Jono (43). Ia mengaku kehilangan pekerjaannya sebagai tukang sapu karena Pasar Tanah Abang ditutup. Memang, pasar-pasar di Jakarta yang tidak menjual kebutuhan pokok, ditutup untuk menekan penularan wabah COVID-19.
"Enggak ada penghasilan sekarang," ujar Jono.
Jono menambahkan, ia sudah tidur di pinggir jalan dalam tiga bulan terakhir karena tak mampu lagi mengontrak tempat tinggal.
Camat Tanah Abang, Yassin Pasaribu, mengatakan, pihaknya memeriksa orang-orang yang mengaku kehilangan pekerjaan akibat wabah Covid-19 dan terpaksa tidur di trotoar jalan kawasan Tanah Abang.
Yassin menduga sebagian dari mereka bukan warga Jakarta yang terdampak pandemi. Bisa jadi mereka adalah pengemis dadakan dari daerah lain. Pengemis dadakan memang biasa meramaikan Jakarta di masa Ramadan.
"Makanya kita tanya, ada yang mengaku-ngaku enggak. Kita tanya tokonya di mana, kerja di mana, KTP-nya mana," jelas Yassin saat dihubungi Suara.com, Jumat (24/4/2020).
Yassin mengatakan pihaknya bersama Dinas Sosial Jakarta Pusat akan membawa orang-orang yang tinggal di jalanan itu ke Gelanggang Olahraga (GOR) Karet Tengsin. Setelah didata, mungkin mereka akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Share this article
Yassin mengatakan pihaknya bersama Dinas Sosial Jakarta Pusat akan membawa orang-orang yang tinggal di jalanan itu ke Gelanggang Olahraga (GOR) Karet Tengsin. Setelah didata, mungkin mereka akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing.