JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Politikus Partai Demokrat, Andi Arief, meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tidak melawan Presiden Jokowi.
Itu disampaikan Andi Arief lewat akun Twitter pribadinya, @AndiArief__, siang tadi.
"Apakah kepala daerah boleh melawan kepala negara? Seharusnya tidak. Pak Anies melawan kesimpulan Pak Jokowi soal sampah penyebab banjir. Dulu, Pak Jokowi walikota sempat melawan Pak SBY soal penyaluran BLT. Sebaiknya pemerintah kompak, kita akhiri semua hal buruk yg pernah ada" demikian politikus yang dekat dengan keluarga SBY itu.
Apa yang dituliskan Andi Arief itu merujuk pada pernyataan Anies yang seakan membantah kesimpulan dari Presiden Jokowi tentang penyebab banjir di wilayah Jakarta.
Kamis (2/1/2020), saat berada di Gedung Bursa Efek Jakarta, Presiden Jokowi menilai banjir yang menggenangi Jakarta dan sekitarnya disebabkan banyak hal. Ia menyebut, kerusakan ekosistem dan kesalahan manusia yang sering membuang sampah sembarangan.
Gubernur Anies Baswedan seolah langsung merespons pernyataan Jokowi itu saat mengunjungi korban banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur.
Menurut dia, sampah bukan satu-satunya penyebab banjir. Ia mencontohkan kasus banjir di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Dia meyakini tidak ada sampah yang menumpuk di Bandara Halim. Nyatanya, Bandara Halim sempat lumpuh akibat banjir di landasan pacu.
Menurut Anies, penyebab banjir di tiap daerah sangat bervariasi dan memerlukan penelitian lebih jauh.

Share this article
Menurut Anies, penyebab banjir di tiap daerah sangat bervariasi dan memerlukan penelitian lebih jauh.