JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Sepanjang hari kemarin, suasana Balaikota DKI Jakarta disemarakkan pameran foto bertajuk "100 Faces Of Heroes In 24 Hours" karya fotografer George Timothy.
Puluhan foto karya George terpajang pada sisi dinding yang berdiri zig zag sepanjang lima meter. Banyak di antara pengunjung Balaikota yang tertarik dan serius mengamatinya sampai terpana.
Deputi Gubernur Bidang Pariwisata, Dadang Solihin, mengapresiasi karya hasil George. Menurut Dadang, foto-foto George bercerita tentang fakta bahwa ada begitu banyak sosok pahlawan lokal di ibu kota.
"Pokoknya seseorang yang memperjuangkan, apakah keluarganya, dirinya, bangsanya, daerahnya, itu bisa disebut pahlawan. Kemudian Mas George juga bisa mengabadikan sudut-sudut Jakarta dengan detail dalam satu karya," ungkap Dadang di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (6/12/2019) sore.
Terkait pameran itu, Dadang mengklaim bahwa Pemprov DKI sangat berminat untuk merangsang para seniman seperti George agar terus berkarya.
"Mudah-mudahan bisa membangkitkan minat generasi muda lain untuk berkarya seperti dia," sambungnya.
Sementara itu, George sendiri mengutarakan bahwa karya-karyanya bisa menginspirasi generasi muda menghargai para "pahlawan" di sekitarnya.
"Jadi mengenang pahlawan itu tidak sekadar mengingat, mengenang, jasa para pahlawan yang lama-lama doang. Tapi orang-orang sekitar kita juga pahlawan. Mereka berjuang buat keluarganya, buat dirinya sendiri. Saya harap dengan pameran ini orang bisa sadar dan mencintai bangsanya sendiri," lanjutnya.
Sisi unik dan menarik dari pameran ini adalah proses pembuatan karya-karyanya. George mengaku terus memotret selama 24 jam non stop, termasuk tanpa tidur, untuk menghasilkan ratusan foto menarik. Ia memulai perjalanan dari lingkungan sekolah, ke tempat peribadatan, Petak Sembilan Market, Pasar Senen, Taman Makam Pahlawan sampai mal seperti Cilandak Town Square (Citos). George juga membuat janji dengan beberapa pihak di sehari sebelum pemotretan.
"Ada beberapa teman yang janjian, saya datangi ke tempat kerjanya," ujarnya.
Sebagai fotografer, George hanya berharap dirinya bisa terus berkarya dan hasilnya dapat dinikmati semakin banyak orang. Ia juga merencanakan membuat buku.
"Nanti juga aku mau perpanjang pameran ini di Co Living Space Kemang. Tahun depan mau ada bukunya," ucapnya.

Share this article
George mengaku terus memotret selama 24 jam non stop, termasuk tanpa tidur, untuk menghasilkan ratusan foto menarik.