JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kenaikan harga bahan pokok yang terjadi di wilayah Jakarta menjelang Natal dan Tahun Baru 2020 disebut masih dalam batas wajar.
"Di Jakarta sudah ada kenaikan beberapa item bahan pokok, namun secara umum harganya masih berada di batas wajar," kata Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag), Srie Agustina, di Jakarta, Rabu (28/11/2019).
Sejak Selasa (26/11/2019), petugas Kemendag telah memantau harga kebutuhan pokok di pasar seperti harga telur ayam, daging ayam dan cabai merah.
"Kami memantau kenaikan kebutuhan pokok itu agar harga yang ditawarkan tidak mencekik pembeli. Untuk DKI, kami memantau di 12 pasar," ujar Srie.
Namun, tetap saja kenaikan harga patut diwaspadai karena bisa berdampak besar kepada masyarakat. Karena itulah Kemendag melakukan koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Provinsi (TPIP) di sejumlah daerah, termasuk DKI Jakarta.
"Kami adakan rapat koordinasi agar teman-teman dari TPIP DKI bisa melakukan antisipasi dan memasok kecukupan pangan, sehingga harga-harganya tetap stabil," ujar Srie.
Berdasarkan catatan dari pemantauan di 12 pasar, daging ayam naik dari sebelumnya Rp30.000-an sekarang Rp34.175 per ekor.
"Sedangkan telur ayam, harga acuan kami Rp23.000, tapi yang kami pantau jadi Rp24.000 atau naik Rp1.000. Jadi relatif naik sedikit harganya," katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan, Pemprov DKI Jakarta selalu memantau aplikasi Info Pangan Jakarta (IPJ) untuk mengontrol harga pangan menjelang Natal dan Tahun Baru 2020. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sudah diinstruksikan untuk memantau pergerakan harga kenaikan pangan melalui aplikasi tersebut.
"Aplikasi itu memungkinkan untuk mengetahui kondisi harga kebutuhan pokok di Jakarta secara real time," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.

Share this article
Sejak Selasa (26/11/2019), petugas Kemendag telah memantau harga kebutuhan pokok di pasar seperti harga telur ayam, daging ayam dan cabai merah.