TANAH ABANG, AYOJAKARTA.COM -- Perolehan laba PT MRT Jakarta sudah mencapai Rp 60 miliar.
Laba itu merupakan hasil selama sembilan beroperasi atau sejak April hingga November 2019.
''Kami beroperasi sejak April 2019. Ditargetkan laba hingga Desember 2019 nanti mencapai Rp 60 miliar hingga Rp 70 miliar,'' kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar dalam konferensi pers di Wisma Nusantara, Rabu (27/11/2019).
Pencapaian laba didukung dari penjualan tiket sebesar Rp 180 miliar dan pendapatan pelayanan publik atau public service obligation atau (PSO) senilai Rp 560 miliar yang diproyeksikan hingga akhir tahun 2019 mencapai Rp 1 triliun.
Sementara sisanya didukung dari pendapatan non farebox sebesar Rp 225 miliar dan pendapatan lain-lain Rp 40 miliar.
''Sedangkan pengeluaran kami sepanjang sembilan bulan mencapai Rp 940 miliar. Jadi kurang lebih laba kami sampai akhir tahun ini senilai Rp 60 miliar hingga Rp 70 miliar,'' ujar William.
Pendapatan non farebox yang terdiri dari iklan, telekomunikasi, retail dan naming rights adalah yang tertinggi. Salah satunya dari iklan dengan penghasilan sebesar 55 persen atau Rp 123,75 miliar.
''Jadi supaya membuat perusahaan itu bisa muter duitnya bisa nambah, bukan mendapat dari pendapatan tiket saja. Maka yang sekarang dilihat adalah pendapatan non tiket, ini salah satu inovasi yang kita kerjakan,'' papar William.
Adapun, pendapatan dari naming rights atau hak penamaan sebesar 33 persen atau sebesar Rp 74,3 miliar. Sementara dari telekomunikasi hanya berkontribusi sebesar dua persen atau Rp 4,51 miliar kemudian dari retail sebesar 1 persen atau Rp 2,25 miliar.

Share this article
Perolehan laba PT MRT Jakarta sudah mencapai Rp 60 miliar.