JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Proyek revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Cikini Raya yang diikuti dengan penebangan pohon pada Senin (4/11/2019) dinilai kurang tepat dilakukan Pemprov DKI Jakarta.
Menurut Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah, banyak masyarakat yang mengeluh terkait penebangan pohon tersebut.
''Alasan mereka (dinas) itu sudah keropos dalamnya, ada indikasi tumbang. Padahal kalau kita melihat dari luar kan masih bagus tapi argumentasi mereka dalamnya sudah keropos,'' kata Ida di Ruang Rapat Komisi D DPRD DKI, Senin (11/11/2019)
Ida menanggapi jika memang pilihannya harus ditebang sebaiknya untuk pengganti bukanlah pohon dengan kondisi masih kecil.
''Kalaupun harus ditebang dipasangnya adalah pohon yang sudah besar jangan yang masih kecil, nanti numbuhnya baru 15-20 tahun lagi sedangkan kita butuh penghijauan. Maka tadi ada saran salah satu anggota agar beli pohon lebih besar,'' paparnya.
Imam (30), salah satu warga yang melintas di Cikini menyayangkan suasana trotoar yang kini tidak sejuk lagi. Bahkan tindakan Pemprov DKI yang menebang pohon tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu.
''Yang penting diganti. Iya disayangkan sih pemotongan itu apalagi tanpa sosialisasi, tahu-tahu heboh setelah seminggu dipotong. Ya ke depan pemotongan itu harus sosialisasikanlah untuk apa dipotong dan selanjutnya dari pemerintahnya gimana. Karena pohon sebesar itu kan tidak setahun dua tahun untuk bisa tumbuh besar dengan kondisi yang rindang bahkan sampai 15 tahun,'' jelasnya kepada Ayojakarta.

Share this article
Proyek revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Cikini Raya yang diikuti dengan penebangan pohon pada Senin (4/11/2019) dinilai kurang tepat dilakukan Pemprov DKI Jakarta.