JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Seharusnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempertimbangkan aspek keselamatan para penyeberang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) tanpa atap, di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.
Hal tersebut disampaikan pengamat tata kota, Nirwono Joga, menanggapi Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho yang menyebut spot swafoto menjadi alasan dibukanya atap JPO tersebut.
"Fungsi utama JPO adalah untuk menyeberang bukan berswafoto," ungkap Nirwono saat dihubungi Ayojakarta, Kamis (7/11).
Alangkah baiknya kata Nirwono, Pemprov DKI lebih mempertimbangkan aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat. Apalagi, di bulan November ini, Jakarta memasuki musim hujan.
"Jadi, sebaiknya JPO itu ada atapnya untuk menyesuaikan musim dan cuaca di Jakarta, sebentar lagi sudah masuk musim hujan," tegasnya.
"Apa akan ada yang mau menyeberang dengan JPO terbuka tersebut, sementara di musim kemarau juga akan kepanasan. Sangat tidak logis," tambahnya bernada heran.
Nirwono mengatakan, keputusan Pemprov DKI membuka atap JPO Sudirman seperti tidak berempati kepada pejalan kaki yang menyebrang.
"Pejabat Bina Marga terlihat tidak atau sangat jarang menggunakan atau menyeberang melintasi JPO, sehingga tidak merasakan panas atau kehujanan saat di JPO," ungkapnya
Saat dikonfirmasi kemarin, Hari Nugroho mengatakan, JPO tanpa atap menjadi wajah baru Jakarta, mendukung warga untuk mendapatkan lokasi swafoto untuk diunggah di sosial media.
"Pengalaman lain lagi nih, selain untuk pejalan kaki juga untuk swafoto, berselfie ria. Instagrammableh. Seperti yang di spot budaya dua, itu kan begitu naik paling atas langsung lihat patung Sudirman," ujarnya.
Share this article
Fungsi utama JPO adalah untuk menyeberang bukan berswafoto