JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, ditantang untuk membuat program car free day di sore hari.
Tantangan itu disampaikan Koalisi Pejalan Kaki, sebuah komunitas yang gigih memperjuangkan hak para pejalan kaki terhadap trotoar.
AYO BACA : Koalisi Pejalan Kaki Kritik Pemerintah Terkait Pedagang Hewan di Trotoar
Tantangan kepada Anies untuk membuat hari bebas kendaraan bermotor pada sore hari berawal dari suasana Karnaval Langit Biru yang digelar sore hari kemarin (Minggu, 27/10/2019).
Karnaval ini berlangsung dari kawasan Senayan sampai Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.
AYO BACA : Klaim Gubernur Anies, Manfaat Revitalisasi Trotoar Sudah Dirasakan Masyarakat
"Kemarin saat Karnaval Langit Biru, jalanan dari depan Ratu Plaza hingga FX ditutup. Penutupan ini dimanfaatkan warga untuk merasakan car free day sore hari selama beberapa jam. Ada yang duduk-duduk, foto-foto, dan lain-lain. Intinya, bahagia karena jalannnya tidak ada kendaraan. Bebas dari mobil dan motor," tulis Koalisi Pejalan Kaki di akun instagram mereka (koalisipejalankaki), beberapa saat lalu.
Karena melihat kebahagiaan warga Jakarta itu, Koalisi Pejalan Kaki menantang Anies Baswedan untuk lebih sering mengadakan car free day di sore hari.
"Kalau bisa satu hari penuh car free day-nya. Dan di hari kerja," harap mereka.
Koalisi ini juga menantang Gubernur Anies untuk memperbanyak jalan khusus pedestrian di Jakarta. Mereka menyebut beberapa contoh lokasi yang ideal untuk dijadikan kawasan khusus pejalan kaki.
"Kawasan Tanah Abang, Jalan Sabang, dan kawasan pasar besar seperti Pasar Minggu, Pasar Asemka sangat potensial untuk dijadikan kawasan khusus pejalan kaki. Ingat Pak, pedestrianisasi Terowongan Kendal sukses menambah ruang publik bagi pejalan kaki," sebut Koalisi Pejalan Kaki.
AYO BACA : Dinas Bina Marga Siapkan Aturan Kendaraan Parkir di Trotoar Cikini

Share this article
Kawasan Tanah Abang, Jalan Sabang, dan kawasan pasar besar seperti Pasar Minggu, Pasar Asemka sangat potensial untuk dijadikan kawasan khusus pejalan kaki