JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Di tengah gencarnya kampanye penggunaan kendaraan listrik, PLN Distribusi Jakarta Raya mengklaim bahwa saat ini terdapat 1.900 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di Jakarta.
"Kami sudah punya 1.900 di Jakarta. Itu bisa digunakan untuk motor listrik, sepeda listrik, Grab Wheel, dan sebagainya, hingga UKM," kata General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya), Ikhsan Asaad, Jumat (25/10/2019).
Ia mengatakan, sementara ini daya dari sejumlah SPLU tersebut memang banyak digunakan pedagang kaki lima. Namun, hal tersebut sejalan dengan visi pengadaan SPLU yaitu mempermudah masyarakat dalam mengakses listrik tanpa perlu berlangganan PLN.
"Kalau dulu kan mau pakai listrik harus berlangganan dulu dengan PLN. Sekarang enggak lagi, dan itu inovasi dari teman-teman PLN Jakarta lakukan dengan membuat stasiun pengisian listrik umum, sehingga di mana pun dan kapan pun bisa menikmati listrik cukup membayar token dengan harga per KWH yang terjangkau," kata Ikhsan.
Saat ini, pihaknya tengah menunggu terbitnya Perpres percepatan program kendaraan listrik agar bisa bekerja untuk memperbanyak SPLU. Untuk tahap awal, pihaknya menargetkan pembangunan ultra fast charging dalam waktu dekat.
"Sebenarnya kami dalam waktu dekat itu, tanggal 29 (Oktober) akan meluncurkan ultra fast charging dan fast charging di kantor PLN Distribusi Jaya di Gambir ini berdaya 150 KWH dan pengisian paling cepat di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Karena kapasitasnya besar sekali, bisa 150 KW," ujar dia.
Untuk target, PLN Disjaya akan menambah lagi 20 unit stasiun charging (SPLU) yang tersebar di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara dalam waktu dekat.
"Jadi ini bagian dari membentuk ekosistem tenaga listrik dan kami sudah membuat MoU dengan 20 perusahaan swasta atau BUMN. Untuk tahun ini akan dipasang dua hingga tiga charging stasiun di Jakarta dan satu di Tol Jagorawi," ucapnya.

Share this article
Sementara ini daya dari sejumlah SPLU tersebut memang banyak digunakan pedagang kaki lima