JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima kedatangan Sandbox Project di Balai Kota, Selasa (22/10/2019).
Pertemuan membahas terkait permasalahan ibu kota yang bisa dikolaborasikan untuk inovasi start-up.
Gubernur Anies mengatakan, Sandbox sengaja diundang bersama dinas terkait untuk mendiskusikan segala polemik yang biasa dihadapi warga Jakarta. Termasuk solusi-solusi yang diberikan oleh pemerintah
''Tujuannya adalah kita ingin membuat agar pelayanan dari pemprov kepada warga itu bisa lebih efisien. Tujuannya agar warga bisa lebih dimudahkan dalam segala aspek, dari aspek misalnya situasi kegentingan sampai urusan pendidikan, kesehatan, perizinan dan lain-lain. Jadi tadi adalah pertemuan sama-sama sharing. Di bagian dalam kelompok kecil-kecil lalu mereka berdiskusi tentang cara-cara berbeda yang bisa digunakan dibanding dengan cara yang sekarang sedang digunakan,'' paparnya.
Kolaborasi Pemprov DKI bersama dengan Sandbox menjadi target Gubenur Anies untuk mendukung kinerja pemprov maupun DPRD.
''Diskusi cukup baik, sangat produktif. Nanti akan diteruskan dengan diskusi. Jadi nantinya kita bisa kolaborasi antara pemprov dengan start-up ini. Contoh misalnya ada perusahaan artificial intelligent (AI) dia bantu DPRD jadi punya kemampuan deteksi plat nomor, info mana kendaraan yang sudah bayar pajak, di tempat parkir atau di jalan raya. Itu contoh,'' jelasnya.
Termasuk membantu sistem informasi rumah sakit bagi warga agar memudahkan mengetahui kamar yang tersedia untuk calon rawat inap.
''Kemudian juga ada yang terkait dengan rumah sakit. Informasi tentang fasilitas rumah sakit se-Jakarta, di mana yang masih ada kamar kosong, di mana yang penuh tapi dalam satu sistem informasi. Sehingga ketika ada orang yang membutuhkan kegentingan itu di bawah ke tempat yang juga sesuai. Ini contoh-contoh saja,'' lanjut Gubenur Anies.
Contoh hasil kolaborasi juga seperti membantu penyandang disabilitas yang ingin naik Transjakarta untuk menambah moda transportasi bagi penyandang disabilitas. Diketahui Pemprov DKI hanya memiliki 20 bus untuk penyandang disabilitas.
''Jadi kolaborasi supaya masyarakat bisa mendapatkan pelayanan lebih baik. Contoh, kita memiliki 20 mobil untuk penyandang disabilitas kalau mau naik kendaraan Transjakarta, sementara jumlah penyandang di Jakarta itu banyak sekali,'' jelas Gubernur Anies.
Dengan itu, dia berharap, ke depan segala pelayanan untuk masyarakat Jakarta bisa dibantu melalui adanya start-up yang tergabung dalam Sandbox.
Sebelumnya, Pemprov DKI dan Sandbox sudah melakukan penandatanganan kerja sama sejak satu bulan lalu. Yang ke depan akan dilakukan diskusi kembali secara per bidang.
''Ini salah satu milestone yang dikerjakan. Mudah-mudahan nanti sesudah ini akan diskusinya per bidang lalu kita nanti punya solusi,'' tandas Gubernur Anies.

Share this article
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima kedatangan Sandbox Project di Balai Kota, Selasa (22/10/2019).